Lumpur Bercampur Pasir Penuhi Badan Jalan Gunung Ribe di Aceh Selatan

Lumpur Bercampur Pasir Penuhi Badan Jalan Gunung Ribe di Aceh Selatan
Aparat kepolisian terpaksa turun tangan untuk membersihkan lumpur bercampur pasir yang menutupi badan jalan dan drainase di kawasan Gunung Ribe, Aceh Selatan | BERITAKINI.CO/Yurisman
Iklan BPKS

BERITAKINI.CO, Tapaktuan | Badan jalan nasional, di kawasan Gunung Ribe, Aceh Selatan dipenuhi lumpur yang bercampur pasir.

Lumpur tersebut diyakini berasal dari proyek galian jalan menuju Kampus Politeknik Aceh Selatan (Poltas) di Gunung Ribe, Gampong Ladang Kasik Putih, Kecamatan Samadua.

Akibatnya, kondisi jalan menjadi sangat rawan untuk dilintasi. Bahkan, Geuchik Ladang Kasih Putih, Anshar mengatakan, kecelakaan sudah berulang kali terjadi akibat kondisi jalan yang berlumpur tersebut.

"Para pengendara sepeda motor dari arah Tapaktuan menuju Blang Pidie maupun sebaliknya sudah sering mengalami kecelakaan di sini,” katanya pada BERITAKINI.CO, kemarin.

Menurutnya, persoalan tumpukan tanah pasir di atas badan jalan lintasan nasional tersebut telah berlangsung sejak lama yakni sejak pembangunan SMK N Samadua.

Kondisinya semakin parah tatkala berjalannya proyek pembukaan jalan baru menuju Kampus Poltas yang dibangun di atas puncak Gunung Ribe sejak 2016 lalu.

Pembukaan jalan baru menuju Kampus Poltas ini tidak diiringi pembangunan gorong-gorong (box culvert) dan drainase, sehingga tanah pasir sisa galian meluber ke atas badan jalan lintasan nasional di saat wilayah itu diguyur hujan.

"Pasca pembukaan jalan menuju kampus Poltas tersebut makin memperparah tumpukan tanah pasir di atas badan jalan lintasan nasional," kata Anshar.

Untuk menghindari makin banyak jatuhnya korban lakalantas, pihaknya meminta Pemkab Aceh Selatan dan pihak-pihak terkait lainnya segera membangun gorong-gorong.  Selain itu, pihaknya juga meminta agar dibangun kembali saluran drainase di sepanjang badan jalan nasional tersebut yang kondisinya selama ini sudah rusak akibat penyumbatan.

"Jika gorong-gorong serta drainase tersebut telah dibangun, maka aliran air yang turun membawa tanah pasir bisa mengalir lancar ke laut,” katanya.

Kapolsek Samadua Ipda Bima Nugraha Putra membenarkan dampak pembukaan jalan baru menuju Kampus Poltas telah mengakibatkan badan jalan lintasan nasional di kawasan Gunung Ribe sering tertimbun tanah pasir di saat wilayah itu diguyur hujan.

"Akibatnya ruas jalan di kawasan Gunung Ribe sangat rawan terjadi kecelakaan lalu lintas selama ini," ucapnya.

Tidak hanya itu, lanjut Bima, tanah pasir yang dibawa air hujan juga meluber hingga ke depan mapolsek dan sejumlah rumah warga yang terletak di sekitar kawasan Gunung Ribe tersebut.

Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, pihaknya juga berharap kepada Pemkab Aceh Selatan dan instansi terkait lainnya segera menanggulangi persoalan yang sudah sangat meresahkan masyarakat tersebut.

"Untuk mencegah semakin parah tumpukan tanah pasir tersebut, anggota Polsek Samadua bersama masyarakat Gampong Ladang Kasik Putih sering menggelar gotong royong membersihkan tumpukan tanah di atas badan jalan dan mengeruk tanah pasir di dalam drainase yang sudah tersumbat," ungkap Kapolsek.

Penulis
Rubrik

Komentar

Loading...