Kunjungan Wisman Menurun, Begini Respon Irwandi Yusuf

Kunjungan Wisman Menurun, Begini Respon Irwandi Yusuf
Wisatawan dari manca negara saat melintas di depan Gedung Museum Tsunami Aceh, Banda Aceh. (Foto: Kompas)

BERITAKINI.CO, Suka Makmue | Di tengah rencana Pemerintah Aceh untuk meningkatkan arus kunjungan wisata ke Tanah Rencong, yang terjadi justru fenomena sebaliknya. 

Tingkat kunjungan wistawan manca negara (wisman)  tercatat menurun drastis selama setahun terakhir.

Lantas seperti apa tanggapan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf tentang fenomena ini?

“Kalau menurun, yang kita naikkan kembali,” katanya saat ditemui BERITAKINI.CO usai melantik Bupati-Wakil Bupati Nagan Raya, Senin (9/10/2017).

Penurunan kunjungan wisman ke Aceh tak bisa dilihat secara tunggal. Dia mengatakan penurunan itu dipengaruhi beberapa faktor, antara lain ekonomi dan faktor musim di luar negeri, khususnya eropa.

Pada Januari hingga Juni, kata Irwandi, adalah saat-saat orang eropa disibukkan dengan perkejaan mereka. “Juli hingga Desember musim mereka berlibur. Jika ingin lihat angka ril-nya, gunakan Juli hingga Desember,” katanya.

Baca: Agustus 2017, Kunjungan Wisman ke Aceh Anjlok

Meski begitu, kata Irwandi, Aceh tetap harus membenahai masalah tourism ini. Hal-hal seperi persoalan kebersihan, terutama fasilitas publik, fasilitas di tempat wisata, seperti tolet dan kamar mandi, penting menjadi perhatian.

“Kita juga harus memperbaiki prilaku, seperti membuang sampah tak boleh lagi sembarangan,” katanya.

Menurut Irwandi, setiap wisman melakukan kunjungan negara lain, mereka tentu memiliki keinginan untuk mengunjungi objek tertentu. Ke Aceh, katanya, umumnya ke Sabang. Mereka ingin melihat alam, laut dan panorama di bawah laut.

Baca: Kunjungan Wisman ke Aceh Menurun

“Tapi Sabang, sudah saya kunjungi berkali-kali, sudah banyak perubahan,” katanya.

Segi lain itu, katanya, soal rasa aman juga harus terus dikampanyekan. Meski Aceh ini sesungguhnya sudah aman, kata Irwandi, tapi rasa kurang nyaman itu tetap masih ada.

“Ini berkaitan dengan masalah persepsi bahwa Aceh pernah dilanda konflik,” katanya.

Penulis
Rubrik

Komentar

Loading...