Kubu Adly Tjalok Gugat SK Plt Ketua Asprov PSSI Aceh ke Baori

Kubu Adly Tjalok Gugat SK Plt Ketua Asprov PSSI Aceh ke Baori
Ketua Asprov PSSI Aceh Adly Tjalok, Koordinator Askab dan Askot PSSI di Aceh Nazir Adam dan Sekretaris PSSI Aceh Khaidir TM menggelar konferensi pers, Rabu (24/1/2018)

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Kebijakan Ketua Umum PSSI Pusat Edy Rahmayadi menerbitkan SK Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Aceh, berbuntut panjang.

Setelah mendapat penolakan dari puluhan voter atau pemilik suara di kongres, Asprov PSSI Aceh di bawah kepemimpinan Adly Tjalok telah mengajukan gugatan ke Badan Abitrase Olahraga Republik Indonesia (Baori).

Sekretaris Asprov PSSI Aceh Khaidir TM pada wartawan mengatakan, dia mendapat informasi bahwa besok Baori akan menerbitkan jadwal sidangnya.

“Otomatis, setelah keluar jadwal sidang di Baori, SK Plt Asprov Aceh yang diterbitkan PSSI Pusat, batal demi hukum,” katanya dalam konferensi pers yang juga dihadiri Ketua Asprov PSSI Aceh Adly Tjalok dan Koordinator Askab dan Askot PSSI di Aceh Nazir Adam, yang juga Ketua Askab PSSI Pidie.

Menurut Khaidir, gugatan ini sebagai bentuk pembelaan diri atas kebijakan yang dilakukan PSSI Pusat, karena telah menimbulkan dualisme kepemimpinan PSSI di Provinsi Aceh.

Seperti diketahui, Ketua Umum PSSI Pusat Edy Rahmayadi menunjuk Johar Lin Eng sebagai Plt Ketua Asprov PSSI Aceh.

Saat ini, mereka sedang menyiapkan kongres pemilihan ketua Asprov PSSI Aceh yang rencananya akan digelar pada 26 Januari 2018 mendatang.

Di sisi lain, Asprov PSSI Aceh kubu Adly Tjalok, yang mengatakan masih sebagai pengurus yang sah, juga sedang menjalakan proses kongres yang rencananya akan digelar pada 28 Januari 2018.

Kubu Adly Tjalok mengklaim mendapat dukungan dari puluhan voter untuk melakukan gugatan. Koordinator Askab dan Askot PSSI di Aceh Nazir Adam mengatakan, mayoritas voter menginginkan kongres dilaksanakan oleh Asprov PSSI Aceh di bawah kepemimpinan Adly Tjalok, bukan oleh Plt. Apalagi, kata Nazir Adam, periode kepengurusan Asprov PSSI Aceh belum berakhir.

Nazir Adam mengatakan, kepengurusan Adly Tjalok memang dipilih pada 24 Desember 2017. Namun pengukuhannya baru dilakukan pada 3 Februari 2014.

“Berdasarkan statuta Asprov PSSI Aceh, periode kepengurusan itu selama 4 tahun, jadi kepengurusan ini sesungguhnya periode 2014-2018, artinya belum berakhir, lantas mengapa di Plt-kan?” katanya.

Nazir Adam mengaku tidak tahu mengapa SK Plt diterbitkan PSSI Pusat pada 20 Desember 2017 lalu itu. Padahal, kata dia, tahapan kongres sedang berjalan.

Sebelumnya sudah dua calon ketua yang mendaftar yaitu Adly Tjalok dan Zaini Yusuf, yang juga Ketua Aceh United Football Club.

Meski akhirnya Zaini Yusuf menarik pencalonannya dan mengatakan akan mencalonkan diri pada tahapan kongres yang akan dilaksanakan oleh pelaksana tugas (Plt) Ketua Asprov PSSI Aceh.

Rubrik

Komentar

Loading...