Kuasa Hukum Pertanyakan Penangguhan Penahanan Pimpinan dan Guru Dayah Tersangka Pencabulan Santri di Lhokseumawe

Kuasa Hukum Pertanyakan Penangguhan Penahanan Pimpinan dan Guru Dayah Tersangka Pencabulan Santri di Lhokseumawe

BERITAKINI.CO, Lhokseumawe | Armia, Kuasa Hukum AI (45) dan MY (26), pimpinan dan guru dayah tersangka pencabulan santri di Lhokseumawe, mempertanyakan tindak lanjut permohonan penangguhan penahanan kliennya tersebut.

Menurut Armia, permohonan telah diajukan sejak hari pertama penahanan, namun belum juga mendapat jawaban dari Polres Lhokseumawe.

"Sebetulnya dari pertama kali penahanan sudah kita ajukan surat permohonan penangguhan penahanan ke penyidik, kanit PPA untuk diteruskan ke kapolres langsung, dan pihak keluarga dari dua belah pihak juga telah mendatangani surat jaminan," kata Armia, Senin (15/7/2019).

Pagi tadi, Armia juga telah menanyakan kembali perihal permohoan penangguhan penahanan tersebut.

"Sudah kita cek mengenai permohonan itu, namum belum ada keputusan artinya masih diproses, jadi saat ini kami masih menunggu keputusan apakah disetujui atau tidak, penyidik hanya memberi jawaban sedang diproses," jelas Armia.

Armia mengatakan, pihak keluarga tersangka berharap permohonan penangguhan penahanan dikabulkan.

"Masing-masing keluarga ini kan berdomisili Kota Lhokseumawe, jadi jika dikabulkan apakah bentuknya tahanan rumah atau tahanan kota, dan mereka sudah siap dan sudah berjanji untuk kooperatif dan datang kapan saja dipanggil," katanya.

Baca: Pelecehan Anak di Bawah Umur, Polisi Tangkap Pimpinan dan Guru Dayah di Lhokseumawe

Sebelumnya diberitakan, polisi mengungkap kasus pelecehan terhadap lima santri di Pesantren An-Nahla di Kota Lhokseumawe. Dua orang ditangkap masing-masing, AI dan MY.

Keduanya kini sudah ditahan di Mapolres Lhokseumawe untuk proses hukum. | RIZKITA

Rubrik

Komentar

Loading...