Kronologi Penangkapan Sindikat Sabu Aceh-Malaysia di Aceh Timur

Kronologi Penangkapan Sindikat Sabu Aceh-Malaysia di Aceh Timur

BERITAKINI.CO | Meski telah berulang-ulang digagalkan, upaya penyeludupan narkotika ke Indonesia masih terus berlangsung. Jumlahnya juga tak tanggung, bisa mencapai puluhan hingga ratusan kilogram, terutama jenis sabu.

Pada Rabu dan Kamis kemarin, misalnya, BNN bekerjamasa dengan Bea Cukai Aceh kembali berhasil menggagalkan upaya penyeludupan dan peredaran barang haram itu. Pelaku menggunakan jalur laut di Aceh Timur untuk memasok sabu-sabu tersebut. Beratnya lebih dari 40 kilogram.

Baca: BNN Tangkap Penyeludup 40 Kg Sabu di Aceh Timur

Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari dalam konferensi pers di Kuala Simpang, Aceh Tamiang, Jumat (12/1/2018) mengatakan, pengungkapan ini berawal dari informasi yang diperoleh dari masyarakat.

“Kami mendapat informasi akan ada pengiriman sabu dari Penang, Malaysia melalui jalur laut Idi Rayeuk,” kata Arman didampingi Kepala BNNP Aceh Brigjen Faisal AN.

Penyelidikan dilakukan, baik di darat maupun di laut. Dini hari, Rabu 10 Januari 2018 lalu, petugas menemukan seorang yang mencurigakan.

Pria itu adalah HR. Dia dibuntuti saat sedang berkendara menggunakan sepeda motor BL 3596 ZQ. Ternyata HR meluncur ke rumahnya di Dusun Petua Mae, Gampong Bagok Panah Peut, Kecamatan Darul Aman.

“Ditangkap di pekarangan rumahnya. Tersangka membawa 19 bungkus sabu di dalam karung,” kata Arman.

Tak berhenti disitu, petugas melakukan pengembangan. Tak lama, seorang tersangka lainnya, AM, berhasil ditangkap di rumahnya Dusun Tengku Di Ceungai Desa Bantayan, Kecamatan Nurussalam, Aceh Timur.

AM merupakan tersangka yang menyerahkan barang haram itu ke HR. Dari sana, petugas kembali melakukan pengembangan dan berhasil menangkap JN, juga di rumahnya di Dusun Pelita Desa Bantayan, Nurussalam.

JN berperan sebagai orang yang menjemput sabu di tengah laut bersama AM. Satu  orang lainnya yang berhasil diringkus adalah SN, yang berperan sebagai orang yang memindahkan sabu yang dibawa AM dan JN dari laut, untuk diserahkan ke HR.

“JN meletakkan sabu itu di sepeda motor HR yang terparkir di seputaran Kuala Bagok,” kata Arman.

Dari keterangan pelaku, kata Arman, JN dan AM menjemput sebanyak 39 bungkus sabu di perairan Selat Malaka.

Dari jumlah itu, 10 bungkus di antaranya masih di simpan di dalam kapal  yang sedang bersandar di kawasan Kuala Bagok.

“Setelah kita geledah, dapat 10 bungkus itu,” kata Arman. Jika ditambah 19 bungkus yang berhasil di sita sebelumnya dari tangan HR, maka jumlahnya baru 29 bungkus.

Tak patah arang. Petugas terus melakukan interogasi dan akhirnya terungkap bahwa 11 bungkus lainnya sudah ditanam oleh tersangka SN di pekarangan rumahnya di Dusun Petua Mae, Desa Bagok Panah Peut, Darul Aman, Aceh Timur.

“Hasil penggeledahan di rumahnya, petugas menemukan sabu sebanyak 11 bungkus yang dikubur di pekarangan, di dekat kandang ayam,” kata Arman.

Kepada petugas, AM dan HR mengaku bahwa mereka dikendalikan oleh MR.X yang saat ini buron.

Sementara setelah ditimbang, total berat sabu yang berhasil disita adalah 40.230 gram yang dikemas dalam 40 bungkus.

Keempat tersangka akan dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1),  Pasal 112 ayat (2) Jo Paul 132 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan hukuman maksimal pidana mati.

Penulis
Rubrik

Komentar

Loading...