Kronologi Lengkap Pembunuhan Remaja di Surien: Korban Dipukuli, Ditusuk Obeng Hingga Ditenggelamkan

Kronologi Lengkap Pembunuhan Remaja di Surien: Korban Dipukuli, Ditusuk Obeng Hingga Ditenggelamkan

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Polisi telah mengungkap motif dibalik penemuan mayat remaja  yang mengapung di Kreung (sungai) Neng, Gampong Surien, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh pada Senin, 12 Agustus 2019 lalu.

Korban bernama Aris Ananda (17), warga Gampong Jawa, Banda Aceh, itu diduga dianiaya oleh tujuh orang, hingga tewas. Ketujuh orang itu kini telah ditangkap.

Mereka masing-masing, SS alias Bulek (17), MI alias Sibat (16), M (16), MH (15), semua warga Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar.

Lalu ada R alias Wak (15) dan AH alias Si Cek (17), keduanya warga Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar; serta K Alias Vijay (18), warga Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh.

Kapolresta Banda Aceh Kombes Trisno Riyanto mengatakan, penganiayaan yang menyebabkan kematian Aris Ananda tersebut berawal dari salah paham antara Bobi, teman Aris Ananda, dengan MI Alias Sibat, salah seorang pelaku.

“Sibat ini memerintahkan temannya MH untuk menjemput saksi Bobi dan membawanya ke taman waduk Krueng Neng, Desa Asoe Nanggroe, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh,” ungkap Trisno dalam konferensi pers di Mapolresta Banda Aceh, Rabu sore (14/8/2019).

Bobi datang ke lokasi itu bersama Aris Ananda menggunakan sepeda motor.

Sampai di sana, Sibat bersama AH, SS dan K, langsung menganiaya Bobi. Aris Ananda yang berada di sana juga tak luput dari amukan para remaja itu.

“Aris Ananda ini dianiaya oleh AA, SS, MH dan M secara bergantian. Bahkan ditusuk dengan obeng di bagian perutnya. Ketika penganiayaan tersebut terjadi, korban Aris Ananda tidak melakukan perlawanan,” kata Trisno.

Kedua korban lantas mencoba untuk menyelamatkan diri menggunakan sepeda motor.

Tapi mereka dikejar oleh R, M, K, dan SS.

Naas, Aris Ananda terjatuh dari sepeda motor persis di dekat pintu air di Desa Surien, Meuraxa, tak jauh dari lokasi dia ditemukan tak bernyawa.

Sementara Aris Ananda terjatuh, Bobi terus tancap gas meninggalkan Aris Ananda di tempat kejadian.

Aris Ananda sendiri berlari ke arah saluran air waduk untuk bersembunyi di dalam air.

Tapi R dan M terus mengejar korban ke arah saluran air. Sedangkan K dan SS mengejar Bobi.

R dan M berhasil menemukan Aris Ananda di tempat persembunyiannya.

“Karena saat itu gelap, tersangka M menyalakan senter dengan menggunakan handphone dan berhasil menemukan korban Aris Ananda yang pada saat itu sedang bersembunyi merunduk di dalam saluran air, kemudian pelaku R langsung masuk ke dalam saluran air dan menginjak kepala serta bahu korban, sehingga tubuh korban tenggelam ke dalam air selama lebih kurang 10 menit, dan sebenarnya korban sempat berusaha melawan namun korban tidak kuat di karena kondisi korban telah lemas,” ungkap Trisno Riyanto.

Selanjutnya pelaku R keluar dari saluran sedangkan Aris Ananda tenggelam tidak lagi terlihat di permukaan air.

“Keterangan tersebut berdasarkan keterangan tersangka M yang melihat langsung penganiayaan tersebut,” kata Trisno.

Mayat Aris Ananda ditemukan esok harinya oleh dua pemancing di lokasi itu.

Hasil visum, korban mengalami lebam pada bagian punggung, luka bengkak pada kepala sebelah kanan, luka robek pada pipi sebelah kanan dan sebelah kiri, mulut korban mengeluarkan busa tanda bahwa korban kehabisan oksigen disebabkan paru paru korban dipenuhi air.

Trisno mengatakan, lima pelaku di antaranya MI, SS, AR, M, MH dipersangkakan dengan Pasal 80 ayat (1),(2) Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2003 Tentang Perlindungan Anak jo Pasal 170 KUHP Jo UU Nomor 11 Tahun 2012 Tentang SPPA dengan ancaman hukuman 12 tahun kurungan penjara.

 Sementara itu, pelaku R yang melakukan penganiayaan sehingga menghilangkan nyawa orang lain dipersangkakan Pasal 80 ayat (3) UU RI Nomor 23 Tahun 2003 Tentang Perlindungan Anak Jo UU RI Nomor 11 Tahun 2012 Tentang SPPA dengan ancaman 15 tahun kurungan penjara.

Sementara pelaku K yang sudah dewasa,melanggar Pasal 80 ayat (1), (2), UU Nomor 23 Tahun 2003 Tentang Perlindungan Anak Jo Pasal 170 KUHP dengan ancaman kurungan 12 tahun penjara.

Rubrik

Komentar

Loading...