KPK Periksa Plt Gubernur Nova Iriansyah di Ditkrimsus Polda Aceh

Oleh ,
KPK Periksa Plt Gubernur Nova Iriansyah di Ditkrimsus Polda Aceh

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, Rabu (15/8/2018).

Nova Iriansyah diperiksa terkait kasus Dana Otonomi Khusus (DOK) Aceh sebagai saksi untuk tersangka Irwandi Yusuf.

"Pemeriksaan dilakukan di kantor Ditkrimsus Polda Aceh," ungkap Juru Bicara KPK Febri Diansyah.

Selain Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah, KPK juga memeriksa 14 saksi lain untuk tersangka Irwandi Yusuf pada hari yang sama.

Mereka yang diperiksa sebagai saksi adalah Kepala BPKS Sayid Fadhil, Kepala Dinas Pendidikan Saridin, Kadispora Aceh Darmansyah, dan mantan Kadispora Aceh Musri Idris.

Selain itu, KPK juga memeriksa Kadis Pengairan Aceh, Plt. Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Amiruddin, dan mantan Kepala Disbudpar Aceh Reza Fahlevi, Inspektur, Kadis PUPR, ajudan bupati Bener Meriah, Darwati A Gani dan pihak swasta.

Ini merupakan hari ke tiga tim melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi terkait kasus DOK Aceh. Pada dua hari kemarin, sekitar 29 saksi telah diperiksa. 

"KPK terus menelusuri data-data proyek-proyek dan alokasi anggaran di sejumlah Dinas di Aceh terkait dengan DOK Aceh. Bukti-bukti yang didapatkan penyidik semakin memperkuat dugaan adanya tindak pidana korupsi terkait DOK Aceh ini," kata Febri.

Sebelumnya diberitakan, Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah mengatakan telah mendapat panggilan dari KPK untuk menjadi saksi dalam kasus dugaan suap Irwandi Yusuf.

Hal ini disampaikan Nova dalam pertemuan antara eksekutif-legislatif pada Selasa (15/8/2018).

"Pak Plt juga sudah pamitan pada DPRA untuk tanggal 16 Agustus 2018 tidak bisa menghadiri agenda di DPRA, karena harus memenuhi panggilan penyidik," kata Anggota DPR Aceh, Abdullah Saleh kepada BERITAKINI.CO.

Sejatinya, kata Abdullah Saleh, pada 16 Agustus tersebut DPRA menggelar paripurna istimewa mendengar pidato kenegaraan.

"Beliau (menghadiri panggilan penyidik) juga dalam rangka mempercepat proses pemeriksaan, biar tidak tergantung-gantung, biar cepat selesai. Sehingga beliau pamit pada DPRA," katanya.

Baca: Plt Gubernur Nova Iriansyah Dipanggil Penyidik KPK

Seperti diketahui, Irwandi Yusuf ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan suap proyek Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) tahun 2018.

Bersama Irwandi, KPK juga menahan Bupati Bener Meriah Ahmadi, Hendri Yuzal dan T Saiful Bahri dalam kasus yang sama. Selain para tersangka, KPK juga mengamankan uang senilai Rp 500 juta sebagai barang bukti.

Hingga saat ini, lebih dari puluhan saksi telah diperiksa oleh KPK untuk mengumpulkan sangkaan suap tersebut kepada Irwandi Yusuf, Ahmadi, Hendri Yuzal, dan T Saiful Bahri.

Rubrik

Komentar

Loading...