KPK Panggil Sejumlah Anggota DPRK Terkait Perekrutan Anggota KIP Aceh Tenggara

KPK Panggil Sejumlah Anggota DPRK Terkait Perekrutan Anggota KIP Aceh Tenggara

BERITAKINI.CO, Kutacane | Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kabarnya akan memanggil sejumlah anggota DPRK Aceh Tenggara. Tujuannya untuk mengkonfirmasi soal proses seleksi calon anggota KIP Aceh Tenggara.

Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRK Aceh Tenggara Hatta Desky melalui Kabag Umum Halimah dikonfirmasi BERITAKINI.CO, Kamis (17/5/2019), membenarkan ada surat yang dikirim oleh lembaga KPK ke DPRK Aceh Teggara.

“Ya ada surat kita terima dari lembaga KPK RI, tetapi baru lewat email dan surat asli atau fisiknya belum ada diterima," ujar Halimah.

Surat itu, kata Halimah, dikirim oleh lembaga anti rasuah pada Senin 13 Mei 2019.

"Itu bukan surat panggilan, hanya undangan dari KPK RI kepada sejumlah anggota DPRK terkait perekrutan calon anggota KIP Aceh Tenggara priode 2018-2023 yang telah selesai beberapa bulan lalu," jelas Halimah.

Disinggung berapa banyak anggota dewan yang mendapat surat undang dari KPK, Halimah enggan membeberkannya.

“Itu sifatnya rahasia dan belum bisa kita publikasikan kepada media atau khalayak ramai. Sebab saat ini surat resmi dari pihak KPK belum juga kita terima informasinya dikirim via kantor pos," kata Halimah.

Informasi dihimpun BERITAKINI.CO, sebelumnya KPU RI pada 23 Januari 2019 lalu pernah melayangkan surat Nomor: 123/PP.06-SD/05/KPU/I/2019 perihal mohon melakukan klarifikasi calon anggota KIP Aceh Tenggara. Surat itu ditujukan kepada ketua DPRK Agara.

KPU meminta klarifikasi pimpinan dewan karena berdasarkan ekspos tim deputi pencegahan KPK atas hasil penelitian dalam proses seleski KIP Aceh Tenggara ada dugaan praktik suap/gratifikasi.

Dalam surat yang ditandatangani Ketua KPU RI Arief Budiman itu, juga ditemukan dugaan pelanggaran administrasi dalam seleksi calon anggota KIP Agara.

Editor
Rubrik

Komentar

Loading...