Korban Gempa Pidie Jaya Protes Rumah Bantuan Tak Tepat Sasaran, Aparatur Desa Dituding Manipulasi Data

Korban Gempa Pidie Jaya Protes Rumah Bantuan Tak Tepat Sasaran, Aparatur Desa Dituding Manipulasi Data

BERITAKINI.CO, Meuredu | Masyarakat Desa Rawasari, Kecamatan Trienggadeng, Pidie Jaya memprotes perangkat desa setempat karena data base penyaluran rumah bantuan korban gempa tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

“Rumah-rumah rusak berat yang seharusnya mendapat bantuan tapi banyak yang tidak ada dalam daftar itu,” kata Sekretaris Desa Rawasari, Muhammad Yusuf, Senin (9/1/2017).

Penyaluran bantuan, katanya, memang diklasifikasikan dalam dua kategori yaitu rusak berat dan rusak ringan. Rumah yang rusak berat akan diberikan bantuan unit rumah dhuafa, sementara rumah yang masuk klasifikasi rusak ringan akan diberikan bantuan dana rehap.

Namun banyak rumah rusak berat yang seharusnya mendapat rumah, tapi tidak masuk sama sekali, atau ada yang masuk tapi hanya klasifikasi rusak ringan.

Malahan, katanya, ada rumah yang telah dibongkar oleh tim relawan karena tidak bisa lagi dihuni, dalam kategori rumah rusak berat, namun masuk dalam rumah kategori rusak ringan.

“Akibatnya banyak sekali masyarakat masyarakat marah-marah, karena rumahnya telah rusak parah namun tidak masuk data, sasarannya kami perangkat desa. Karena, mereka menduga kami memanipulasi data,” katanya.

Padahal katanya, pihak perangkat desa tidak ada campur tangan dalam pendataan tersebut selain hanya menemani petugas yang diutus kabupaten untuk melakukan pendataan.

Kemudian data itu dikirim ke pemerintah, setelah rampung diserahkan kembali ke pihaknya untuk kemudian disampaikan ke masyarakat.

“Namun karena banyak data yang tidak akurat inilah masyarakat kecewa dan protes,” katanya.

Dia mengungkapkan, di desanya, ada ratusan rumah yang masuk kategori rusak berat dan sisanya, semua rumah warga lainnya masuk kategori rusak ringan. 

“Akibat kecewa itu, saya dapat informasi masyarakat mau membuat kelompok untuk menuntut pemerintah terkait dengan masalah ini, namun masih dalam tahap wacana, lantaran ada info dari kecamatan akan ada pendataan ulang,” katanya.

Dia menduga, nasib yang sama juga dialami oleh seluruh daerah yang menjadi korban gempa bumi di Pidie Jaya. Malah ada desa, katanya, yang masuk kategori rumah rusak berat hanya dua unit, padahal desa tersebut hampir semua rumah roboh karena gempa.

“Karena belum ada pendataan ulang, kami perangkat desa telah mendata kembali namun kami tidak tahu apakah data ini yang diambil nanti atau dilakukan pendataan ulang,” katanya.(*)

Rubrik

Komentar

Loading...