Kontroversi Proyek Kantor Bupati Pidie, Begini Penjelasan Wabup

Kontroversi Proyek Kantor Bupati Pidie, Begini Penjelasan Wabup

BERITAKINI.CO, Sigli | Proyek pembangunan kantor bupati Pidie menuai kontroversi. Senilai Rp 50 miliar yang digelontorkan dinilai mubazir di tengah kondisi masyarakat yang masih berjuang keluar dari himpitan ekonomi.

Tapi Wakil Bupati Pidie M Iriawan memiliki pandangan lain. Menurut dia, realisasi proyek kantor bupati tersebut telah mempertimbangkan banyak faktor.

“Kebutuhan sarana penunjang sebuah birokrasi ke depan akan lebih besar dan terus meningkat, makanya diperlukan kesiapan sarana dan prasarana yang memadai,” katanya pada BERITAKINI.CO, Rabu (5/7/2017).

Iriawan mengatakan, kantor bupati ini akan bermanfaat untuk jangka panjang. Keberadaannya juga dinilai mampu meningkatkan tugas-tugas pemerintah nantinya.

Baca: Rp 50 Miliar untuk Pembangunan Kantor Bupati Pidie Dinilai Lukai Hati Rakyat

Iriawan menjelaskan, kantor bupati yang ada saat ini telah berdiri sejak 1990 dan belum pernah direnovasi. Sementara kebutuhan sarana terus meningkat. Untuk itu, pemerintah perlu melakukan revolusi birokrasi dan sarana pendukung.

Intinya, kata Iriawan, pihaknya membangun kantor bupati tersebut atas dasar semangat membangun Pidie dan tidak didasari atas kepentingan yang lain.

“Lagi pula pembangunan bangunan kantor bupati sudah dimasukkan dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) pada awal pemerintahan dulu,” ungkapnya.

“Saya rasa bupati yang baru nanti mempunyai persepsi yang sama untuk meneruskan pembangunan kantor tersebut.”

Penulis
Rubrik

Komentar

Loading...