Asal Muasal SS1 yang Sebabkan Pemburu Babi Tewas di Aceh Besar, Begini Tanggapan Kodam IM

Asal Muasal SS1 yang Sebabkan Pemburu Babi Tewas di Aceh Besar, Begini Tanggapan Kodam IM
Penyerahan senjata api oleh mantan eks kombatan GAM kepada Kodam IM. Rabu (15/5/2019). BERITAKINI.CO

BERITAKINI.CO | Peristiwa penembakan menggunakan senjata api jenis SS1 yang menewaskan seorang warga Gampong Lamlueng, Indrapuri, Aceh Besar pada April 2019 lalu tentu masih menyisakan, tanda tanya, khususnya soal asal muasal senjata yang digunakan.

Polisi kesulitan mengungkap asal senjata, terutama karena nomor seri senjata tersebut telah rusak.

Baca juga: 

Seperti diketahui, SS1 merupakan senapan standar militer yang diproduksi PT Pindad. Pengguna senjata ini, antara lain, TNI dan Polri. Beberapa institusi hirarki pengguna senjata itu juga ada di Indrapuri dan sekitarnya. 

Lantas seperti apa tanggapan Kodam IM ihwal beredarnya senjata standar militer itu di tangan sipil.

Asisten Intelijen Kodam Iskandar Muda Kolonel Inf Azwar Usman yang diwawacarasi BERITAKINI.CO disela-sela penyerahan senjata api oleh masyarakat Aceh eks kombatan GAM pada Kodam IM, Rabu (15/5/2019) memastikan bahwa senjata tersebut bukanlah milik TNI.

Dia juga menuturkan bahwa Kodam Iskandar Muda juga telah memeriksa setiap jajaran yang ada di wilayah Kodam IM.

"Kita sudah periksa tidak ada. Dulu kan ada batalion Jipur yang ada di pinggir laut, kan senjata mereka juga hilang dibawa tsunami," katanya.

Tak hanya TNI, Polri juga menjadi korban keganasan tsunami saat menerjang Aceh dulu. Sehingga banyak senjata yang tercecer akibat terbawa arus.

"Waktu tsunami dulu, senjata api yang terbawa tsunami punya pihak polri mungkin atau TNI, kita belum tahu karena belum dilihat nomornya, belum diregistrasi. Waktu tsunami kan institusi-instituri TNI dan Polri itu banyak korban, ratusan korban. Kemudian satuan Brimob juga terbawa arus, terbawa tsunami, kemudian senjatanya juga berserakan. Kalau menurut saya itu senjata waktu tsunami," kata Azwar Usman.

Baca: Pemburu Babi Tewas Tertembak di Aceh Besar: Ketika SS1 Berkeliaran Bebas di Tangan Sipil

Hilang atau terhapusnya nomor senjata SS1 di Aceh Besar itu menurut dia juga bisa disebabkan oleh kondisi alam.

"Karena mungkin waktu yang cukup lama, kemudian waktu itu tsunami, ada juga senjata yang ditemukan oleh masyarakat, mungkin sudah terhapus karena (faktor) alam. Sudah kita cek ke seluruh jajaran Kodam Iskandar Muda tidak ada senjata yang hilang," kata Azwar Usman.

Lihat: Misteri Kepemilikan SS1 yang Tewaskan Pemburu Babi di Aceh Besar Belum Juga Terungkap

Komentar

Loading...