Dugaan Mark Up Mobiler Disdik Aceh Jaya, Kerugian Negara Capai Rp 2,3 Miliar

Oleh ,
Dugaan Mark Up Mobiler Disdik Aceh Jaya, Kerugian Negara Capai Rp 2,3 Miliar

BERITAKINI.CO, Calang | Kejaksaan Negeri (Kejari) Calang telah menetapkan dua orang tersangka dalam kasus dugaan mark up pengadaan mobiler sekolah di Dinas Pendikan Kabupaten Aceh Jaya.

Dua tersangka itu masing-masing mantan Kadisdik Aceh Jaya M Yusuf dan Faisal, rekanan proyek pengadaan mobiler sekolah dengan sumber anggaran APBK-Otsus tahun 2016 (sebelumnya ditulis tahun anggaran 2017).

Keduanya sejak Rabu (7/11/2018) telah ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Meulaboh cabang Aceh Jaya di Calang.

Baca: Dugaan Korupsi Pengadaan Mobiler, Jaksa Tahan Mantan Kadis Pendidikan Aceh Jaya

Kasi Pidsus Kejari Aceh Jaya Yudhi Saputra SH mengatakan, kedua tersangka diduga bekerjasama menyusun Hasil Perhitungan Sendiri (HPS) proyek tersebut.

Sehingga nilai HPS yang ditetapkan oleh tersangka M Yusuf sebesar Rp 5 miliar, jauh lebih tinggi dari harga pasar di wilayah Aceh Jaya.

Berdasarkan hasil audit BPK, kata Yudhi, kerugian negara dalam kasus ini sebesar Rp 2,3 miliar lebih.

Kata Yudi, penyidik menyangkakan keduanya melanggar Pasal 2 ayat 1 dan Pasal 3 Undang - Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang - Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana, juncto 55 ayat (1) ke - 1 KUHP.

Untuk mengungkap kasus ini, lanjut Yudhi, tim penyidik memeriksa 25 orang saksi dan 2 orang saksi ahli. | ARIF HIDAYAT

Komentar

Loading...