Kekerasan Seksual pada Anak Meningkat di Banda Aceh, 80 Persen Pelaku Orang Terdekat

Kekerasan Seksual pada Anak Meningkat di Banda Aceh, 80 Persen Pelaku Orang Terdekat

BERITAKINI. CO, Banda Aceh | Angka kekerasan seksual terhadap anak di Kota Banda Aceh terus meningkat.

Hingga pertengahan bulan Desember 2018, Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak Aceh (P2TP2A) telah menerima sekitar 62 laporan.

Data dari P2TP2A tersebut cukup mengejutkan jika menilik jumlah kasus pada tahun 2017 lalu yang hanya terdapat 50 kasus.

“Fenomena kekerasa seksual pada anak semakin sering terjadi, sehingga perlu mendapat perhatian khusus,” kata Pisikolog Anak, Wida Yulia Viridanda, dalam Seminar Kesehatan Reproduksi Ibu dan Anak yang dilaksanakan BkkbN Perwakilan Aceh, Selasa (18/12/2018).

Kata Wida, 80 persen kekerasan seksual pada anak dilakukan oleh orang terdekat, dan 10 persen terdapat saat pendidikan yang dilakukan oleh guru. Sisanya atau 10 persen lagi dilakukan oleh orang yang tidak dikenal.

Berdasarkan data, kata dia, usia 3 samapai 6 tahun sering menjadi sasaran kekerasan seksual.

“Anak-anak yang terlibat atau menjadi korban rata-rata mengalami trauma yang berkepanjangan, sehingga mereka cenderung menyendiri dan tidak ingin diganggu bahkan oleh orang terdekat sekalipun,” kata Wida.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BkkbN Provinsi Aceh Sahidal Kastri, mengatakan, guna menekan angka kekerasan terhadap anak dibutuhkan pengawasan ketat dari orang tua pada anak-anak.
Sebab pelaku yang berada di lingkungan terdekat dengan korban dapat merayu anak-anak untuk memuaskan niat jahat mereka.

“Agar kekerasan seksual pada anak tidak terjadi lagi, perlu adanya kursus bagi yang akan menikah mengenai tentang kesehatan reproduksi. Tentunya kursus tersebut disesuaikan dengan kearifan lokal di Aceh, sehingga dapat mewujudkan sebuah keluarga,” katanya. | CUT RAIHAN

Rubrik

Komentar

Loading...