Kejari Pijay Tahan 3 Tersangka Penggelapan Beras Bencana

Kejari Pijay Tahan 3 Tersangka Penggelapan Beras Bencana

BERITAKINI.CO, Meureudu | Kejaksaan Negeri (Kejari) Pidie Jaya menahan tiga tersangka kasus penggelapan beras bantuan bencana pada Badan Penanggulangan Daerah (BPBD) setempat, Rabu (4/7/2018).

Penahanan ini dilakukan setelah Kejari Pidie Jaya menerima berkas kasus yang dilimpahkan Polres Pidie tahap kedua.

"Kejari Pidie Jaya menahan ketiga tersangka berdasarkan Pasal 21 KUHAP, dengan pertimbangan percepatan proses persidangan," kata Kasi Pidana Umum Kajari Pijay, Muhammad Arfi.

Ketiga tersangka tersebut masing-masing Mansur bin Ibrahim (45) saat itu menjabat sebagai Kabid Darurat dan Logistik BPBD Pidie Jaya, Habban bin Nurdin (31) tenaga honor BPBD dan Fadhlun bin Bukhari selaku pemilik kilang padi di Kecamatan Simpang Mamplam, Kabupaten Bireueun.

Katanya, ketiga tersangka dijerat pasal 78 Jo pasal 55 Jo pasal 53 KUHP undang-undang nomor 24 tahun 2007 tentang penanggulangan bencana, dengan ancaman minimal empat tahun dan maksimal 20 tahun atau sampai seumur hidup kurungan penjara.

"Ancaman penjara maksimal seumur hidup. Untuk penahanannya selama 20 hari, terhitung mulai hari ini. Dalam kurun waktu tersebut, kami menyiapkan surat dakwaan guna melimpahkan ke Pengadilan Negeri Sigli," katanya.

Walaupun dalam kasus ini hanya ada tiga tersangka, pihaknya akan kembali mengembangkan kasus ini jika terdapat alat bukti baru.

"Akan dikembangkan jika ada alat bukti baru sebagai pendukung yang dapat mengarah untuk melakukan penambahan tersangka," kata Arfi.

Sebagaimana diketahui, pada 19 Januari 2018 sekira pukul 21.30 WIB, Kepolisian Sektor (Polsek) Meureudu, Pidie Jaya mengamankan sekitar 4.5 ton beras bantuan bencana pada BPBD Pidie Jaya.

Beras ini diduga akan dijual ke salah satu kilang padi yang ada di Bireuen.

Penulis
Rubrik

Komentar

Loading...