Kasus Suami Bunuh Istri dan Anak Tiri di Aceh Utara, Polisi Periksa Lima Saksi

Oleh ,
Kasus Suami Bunuh Istri dan Anak Tiri di Aceh Utara, Polisi Periksa Lima Saksi

BERITAKINI.CO, Lhokseumawe | Penyidik Satuan Reserse dan Kriminal Polres Lhokseumawe memeriksa lima saksi terkait kasus suami bunuh istri dan dua anak tirinya di Desa Ulee Madon, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, 7 Mei 2019 lalu.

Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe AKP Indra T Herlambang mengatakan, lima saksi yang telah dimintai keterangan itu berasal dari keluarga korban, dan masyarakat di sekitar lokasi kejadian.

Dari keterangan saksi, kata Kasat, diketahui bahwa pelaku Aidil Ginting pernah meminta harta dari suami pertama korban segera dibagikan.

Baca: Terungkap, Aidil Bunuh Istri dan Anak Tirinya Karena Ingin Kuasai Harta

"Selain itu, saksi lain menyatakan pelaku pernah mengancam akan membunuh korban dan anaknya,” sebut Kasat, Senin (13/5/2019).

Dari keterangan saksi juga, kata Kasat, diketahui mereka sering melihat pelaku membawa pisau di celananya.

"Namun tidak diketahui kegunaan pisau itu," kata Kasat.

Sejauh ini, kata Kasat, polisi belum mengumpulkan keterangan dari dua anak korban yang selamat dari pembunuhan sadis itu.

“Untuk anak yang selamat, kami bekerjasama dengan Pemerintah Aceh Utara untuk melakukan trauma healing. Ini prosesnya masih berlangsung. Anak itu sampai sekarang belum kita mintai keterangan,” pungkasnya.

Baca: Begini Kronologi Penangkapan Pelaku Pembunuh Istri dan Anak Tirinya di Aceh Utara

Sebelumnya diberitakan, seorang ibu dan dua anaknya ditemukan tewas bersimbah darah di dalam rumahnya di Gampong Ulee Madon.

Korban tewas masing-masing Irawati (33), Zikra (11), dan seorang bayi laki-laki yang masih berusia 16 bulan.

Peristiwa ini awalnya diketahui oleh warga setelah salah satu anak korban yang selamat meminta pertolongan pada warga.

Masyarakat kemudian mendatangi lokasi kejadian. Setelah mendobrak pintu rumah yang terkunci, mereka mendapati korban sudah tergeletak dengan sejumlah luka bekas senjata tajam.

Dua korban yang meninggal dibunuh dengan cara ditikam dan digorok pelaku, sementara yang bayi dimasukkan ke dalam bak mandi.

Belakangan diketahui pelakunya adalah Aidil Ginting yang tak lain adalah suami ketiga korban. Ia ditangkap di kawasan Lambaro, Aceh Besar saat berusaha kabur.

Dari hasil penyidikan, Aidil nekat membunuh istrinya, Irawati karena mengincar harta korban.

Atas perbuatannya itu, Aidil dijerat pasal berlapis, yakni Pasal 340 subsider Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan berencana dan atau Pasal 80 Ayat (3) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dan Pasal 44 Ayat (3) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang KDRT dengan ancaman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup. | RIZKITA

Editor
Rubrik

Komentar

Loading...