Kasatpol PP/ WH: Sabang Bukan Tempat Wisata Maksiat

Oleh ,
Kasatpol PP/ WH: Sabang Bukan Tempat Wisata Maksiat
Kasatpol PP/WH Kota Sabang, Hafwan Pasaribu

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Kepala Satuan Polisi Satpol Pamong Praja da Wilayatul Hisbah Kota Sabang Hafwan Pasibu menegaskan, Kota Sabang menyambut baik seluruh wisatawan yang berlibur ke sana. Namun, tetap harus menjunjung peraturan dan nilai-nilai Islami.

"Sebab Sabang bukan lokasi wisata maksiat," katanya pada BERITAKINI.CO menyusul tertangkapnya 11 pasangan non muhrim di beberapa hotel, Selasa (27/12/2016) dini hari.

Baca : Libur Semester, 11 Pasang Muda-mudi Digaruk WH di Sejumlah Hotel di Sabang

“Cuma kita sayangkan, pemahaman yang berkembang dalam masyarakat saat ini seakan-akan Sabang bebas berbuat maksiat, ini sudah menciderai nama baik masyarakat Sabang."

Seharusnya, kata Hafwan, publik mahfum Sabang adalah bagian dari Aceh. Dan Aceh menerapkan Syariat Islam. Namun, dia menyayangkan persepsi masyarakat luas bahwa penerapan Syariat Islam itu lebih longgar dari sejumlah daerah lainnya. 

Saat ini, katanya, Pemerintah Sabang giat memporomosikan keindahan alam serta pemberdayaan masyarakat bagi yang berkecimpung di bidang jasa untuk menggerakan pariwisata, namun semua itu dijalankan atas aturan agar yang sesuai dengan syariat Islam.

“Cuma sekarang ternoda, seolah-olah bebas segala-galanya. Padahal pemerintah giat mencanangkan wisata halal yang sesuai syariat,” katanya.

Kepada penyedia jasa seperti hotel yang kedapatan melanggar aturan, katanya, akan dibawa ke rapat forum komunikasi pimpinan daerah sesuai keinginan dari kepala daerah setempat.

"Nanti akan diputuskan sanksi apa yang akan diberikan kepada hotel-hotel tersebut, apakah diperingatkan atau dicabut izin usaha (segel)," pungkasnya.

Komentar

Loading...