Kantor Dinas Kesehatan Agara Didemo Terkait Dugaan Proyek Fiktif

Kantor Dinas Kesehatan Agara Didemo Terkait Dugaan Proyek Fiktif

BERITAKINI.CO, Kutacane | Puluhan aktivis dan pegiat anti korupsi di Aceh Tenggara menggelar demonstrasi di depan kantor Dinas Kesehatan Agara pada Kamis pagi (11/7/2019). Demo tersebut menyoroti adanya dugaan proyek fiktif di dinas tersebut.

Koordinator aksi Jupriyadi dalam orasinya menyatakan, proyek yang diduga fiktif tersebut adalah program rumah tunggu kelahiran (RTK) untuk warga yang hendak bersalin di beberapa puskesmas di Agara. Proyek tahun 2018 itu menelan anggaran sebesar Rp 3,1 miliar.

“Informasi yang kami terima sejumlah pejabat terkait dari dinkes dan kepala puskesmas sudah diundang pihak Kejati Aceh untuk dimintai klarifikasi atas dugaan kegiatan fiktif RTK tersebut," kata Jupriyadi yang merupakan ketua LSM Tipikor Kutacane.

Mereka pun meminta Kejati Aceh serius dalam menangani dan menyelidiki kasus tersebut. Sebab ada dugaan kegiatan itu ada yang fiktif alias tidak dilaksanakan.

“Jangan sampai pejabat sesuka hatinya dalam menggunakan anggaran. Banyak pejabat saat ini berlomba-lomba mengejar proyek fisik bukannya focus dalam menjalankan program untuk kepentingan masyarakat banyak,"kata dia.

Sedangkan pegiat anti korupsi lainnya, Rudi Tarigan meminta pihak Kejati Aceh segera memeriksa kepala Dinas Kesehatan Agara terkait dugaan adanya kegiatan fiktif program RTK tahun 2018 itu.

Selain itu ada lagi masalah indikasi korupsi dalam penggunaan biaya operasional kesehatan (BOK) dinas kesehatan.

“Dalam perkara ini kabarnya sudah ditangani pihak Polda Aceh. Jadi semua aparat penegak hukum di Banda Aceh harus benar-benar serius melakukan penyelidikan atas perkara tersebut," kata Rudi.

Pihaknya juga sangat berharap agar Kementrian Kesehatan RI dapat memonitoring semua kegiatan dinas kesehatan. “Demikian juga kepada Bupati Agara Raidin Pinem hendaknya mencopot para pejabat yang terlibat dalam beberapa dugaan korupsi tersebut,"ungkap Rudi.

Hingga berita diturunkan, aksi unjuk rasa masih berlangsung dan dilanjutkan ke kantor Bupati Agara.

Rubrik

Komentar

Loading...