Kandungan Air di Minyak Rem Bisa Sebabkan Rem Blong

Kandungan Air di Minyak Rem Bisa Sebabkan Rem Blong
Tangki minyak rem (wowwoodys.com)

BERITAKINI.CO | Meski sedikit, kandungan air yang terdapat pada minyak rem berpotensi menyebabkan rem blong.

Dengan adanya dry boiling (titik didih brake fluid kondisi baru) dan wet boiling (titik didih brake fluid dengan kandungan air 3 persen) yang dimiliki oleh cairan rem atau brake fluid, maka perlu dilakukan penggantian secara berkala agar tetap bekerja secara optimal dan aman.

Taqwa Suryo Swasono, selaku Chief Mechanic Autochem Racing, mengatakan, " Sifat menyerap air terdapat pada cairan rem berbasis glycol. Sehingga cairan rem bisa memiliki kandungan air. Dari mana asal air? Dari mana saja. Begitu seal botol terbuka, cairan rem akan menyerap air di udara."

Saat air mulai bercampur dengan cairan rem, maka hal tersebut berpotensi menyebabkan rem blong. "Cairan sifatnya tidak bisa dikompres dalam keadaan apa pun juga. Berbeda dengan gas yang bisa dikompres. Nah, air yang berubah menjadi gas ini terkompres saat menekan rem. Sehingga cairan rem jadinya mengompres gas, bukan menekan sistem pengereman," ungkap Taqwa.

Demi mengurangi risiko tersebut, maka penggantian cairan rem sebaiknya dilakukan setahun sekali atau 20.000 km untuk mobil dan 10.000 km untuk motor. Mengingat tingkat kelembaban di Indonesia yang berkisar 60 - 80 persen.

Untuk diketahui, kandungan air sebesar 3 persen tersebut menurunkan titik didih cairan rem secara signifikan. Misalnya dry boiling DOT 4 Prestone adalah 265 derajat Celcius, akan turun ke 155 derajat Celcius jika mengandung air sebesar 3 persen.

Karena itu, berbagai pabrikan menyarankan untuk tidak membuka tutup reservoir atau tangki cairan rem jika memang tak benar-benar diperlukan. Selain itu, proses penggantiannya juga harus menggunakan sistem sirkulasi. Supaya lebih aman dan tak repot, serahkan urusan ini ke bengkel resmi. | otosia.com

Komentar

Loading...