Kakak Adik Jadi Korban Pencabulan Guru Ngaji di Aceh Utara

Oleh ,
Kakak Adik Jadi Korban Pencabulan Guru Ngaji di Aceh Utara
ILUSTRASI

BERITAKINI.CO, Lhoksukon | Sebagai seorang guru mengaji, apa yang dilakukan MN (41) warga kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, memang keterlaluan. Dia tega mencabuli dua santrinya sendiri.

MN ditangkap polisi setelah dilaporkan melakukan pencabulan terhadap dua anak di bawah umur. Korbannya adalah kakak beradik berinisial UA (13) dan RK(10).

Kasat Reskrim Polres Aceh Utara Iptu Rezki Kholiddiansyah mengatakan, perbuatan asusila pelaku terbongkar setelah korban menceritakan kepada orangtuanya pada 2 November 2018 lalu.

Tak terima anaknya menjadi korban kejahatan asusila, orang tua korban kemudian melaporkan tersangka ke polisi.

"Tersangka kita tangkap Rabu (7/11/2018)," kata Iptu Rezki, Kamis (8/11/2018).

Berdasarkan pengakuan korban kepada orang tuanya, kata Rezki, pelaku telah mencabuli kakak beradik itu sebanyak tiga kali.

Kejahatan ini, kata Rezki, dilakukan oleh tersangka di rumahnya kurun waktu bulan Juni hingga akhir bulan September 2018.

"Pelaku lebih dulu mencabuli RK di dapur rumahnya. Pada awal dan akhir bulan September, pelaku kembali menyetubuhi UA di dapur dan kamar mandi rumahnya," terang Kasat.

"Pelaku mengancam agar korban tidak mengatakan kepada siapapun dan mengiming-imingi korban uang."

Atas perbuatannya, MN dijerat Pasal 81 ayat (2) jo Pasal 82 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang No.23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.

"Ancaman hukumannya minimal 5 tahun maksimal 15 tahun. Kasus ini masih terus didalami penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak," pungkas Rezki. | ZUBAIDAH

Rubrik

Komentar

Loading...