Jadi Temuan, Kontraktor Proyek SMK Penerbangan Aceh Berupaya Pengaruhi Pansus I DPRA?

Jadi Temuan, Kontraktor Proyek SMK Penerbangan Aceh Berupaya Pengaruhi Pansus I DPRA?
Gedung Asrama Siswa SMK Penerbangan Aceh yang jadi temuan Pansus I DPRA. Proyek ini dikerjakan PT Sukses Bersama Alam dengan nilai kontrak Rp 4,4 miliar. Tapi realisasinya dinilai di bawah standar | Foto BERITAKINI.CO

BERITAKINI.CO, Jantho | Pansus I DPRA menemukan sederet fakta mengecewakan pada realisasi proyek-proyek di SMK Penerbangan Aceh, Blang Bintang, Aceh Besar tahun anggaran 2017.

Baca: Temuan Pansus I DPRA, Realisasi Proyek SMKN Penerbangan Aceh di Bawah Standar

Selain mutu yang dinilai di bawah standar, bangunan-bangunan yang telah menelan anggaran miliaran rupiah itu juga tak terurus.

Baca: Inspeksi ke SMK Penerbangan Aceh, Wagub: Wajar DPRA Kecewa!

Menjadi temuan pansus, sepertinya membuat rekanan proyek tersebut ketar-ketir. Informasi yang dihimpun BERITAKINI.CO, diam-diam, ada rekanan dari proyek tersebut yang mencoba untuk mempengaruhi pansus. Benarkah?

Ketua Pansus I DPRA Sulaiman Ali yang dikonfirmasi membenarkan adanya upaya rekanan yang menghubunginya.

Baca: Musannif Sarankan Temuan Pansus I DPRA di SMK Penerbangan Aceh Dilaporkan ke KPK 

“Memang rekanan tersebut ada menghubungi saya untuk minta bertemu dan minta tolong, tapi tidak terjadi pertemuan tersebut,” kata Sulaiman Ali, Rabu (13/6/2018).

Bahkan, menurut Sulaiman Ali, rekanan tersebut juga menghubungi sejumlah anggota pansus untuk upaya serupa, tapi ditolak.

Sulaiman Ali mengungkapkan, saat dihubungi oleh rekanan tersebut, dia juga sedang berada di Jakarta. “Kalau tidak salah itu dua atau tiga hari setelah kami pansus dan telah diberitakan oleh sejumlah media,” katanya.

Sulaiman Ali menegaskan bahwa upaya apapun yang dilakukan rekanan, tidak akan bisa mempengaruhi pansus.

“Hasil temuan tersebut tetap akan kita laporkan dalam paripurna nanti. Enggak ada urusan dengan rekanan, urusan pansus dengan dinas terkait,” katanya.

Seperti diberitakan, total ada 5 paket proyek milik Dinas Pendidikan Aceh di lokasi tersebut, masing-masing; pengerasan jalan komplek senilai Rp 409 juta lebih; pembangunan rumah guru SMKN Penerbangan Aceh senilai Rp 4,4 miliar lebih, pembuatan landscape senilai Rp 1 miliar lebih, pembangunan RKB 2 lantai senilai Rp 3,5 miliar lebih, dan pembangunan asrama siswa SMKN Penerbangan senilai Rp 4,4 miliar lebih.

Proyek terakhir berhasil membuat semua tim pansus kecewa berat. Meski baru selesai dikerjakan pada Desember 2017 lalu, proyek Gedung dua lantai yang dikerjakan PT Sukses Bersama Alam itu telah mengalami banyak kerusakan.

Rubrik

Komentar

Loading...