Istri Almarhum Subaidi yang Dibunuh karena Beda Pilihan Capres Ungkap Alasan Sebenarnya

Istri Almarhum Subaidi yang Dibunuh karena Beda Pilihan Capres Ungkap Alasan Sebenarnya

BERITAKINI.CO | Nurfaizah, Istri Subaidi --korban pembunuhan karena beda pilihan calon presiden-- angkat bicara soal kematian suaminya yang viral tewas dibunuh menggunakan senjata api oleh pelaku Idris, di Sokobonah, Sampang, Madura, Jawa Timur.

Menurut pengakuan Nurfaizah, suaminya dibunuh bukan karena berbeda pilihan calon presiden, dan sama sekali tidak ada kaitannya dengan Pilpres 2019.

Pelaku diyakini membunuh Subaidi karena suaminya itu sangat mencintai kiai dan marah, sehingga menanggapi caci-maki yang dilontarkan pelaku melalui media sosial terhadap salah seorang kiai di Madura yang juga guru korban.

Subaidi adalah seorang santri. Dia sama sekali tak terima pelaku mencaci dan merendahkan gurunya.

Pelaku sempat mengunggah video dalam akun media sosial facebook berisikan caci-maki dan menghujat kiai.

Baca : Gara-gara Cekcok Pilihan Capres di Facebook, Satu Orang Ditembak Mati

Melalui kolom komentar, korban meminta pelaku untuk menghapus postingan video tersebut. Bukan menuruti maunya korban, pelaku malah membalas dengan cara melontarkan kata-kata kasar.

Istri korban sangat yakin pembunuhan tersebut tak ada kaitannya dengan Pilpres 2019.

"Ini pembunuhan berencana. Karena dalam komentar-komentar di Facebook itu kan emang ada ancaman untuk suami saya," kata Nurfaizah beberapa waktu lalu sebagaimana dikutip Republika.co.id.

Baca juga: Bunuh Teman Facebook Gara-gara Beda Pilihan Capres, Idris Dipenjara Seumur Hidup

Kata Nurfaizah, setelah mengetahui korban bekerja sebagai tukang gigi, pelaku menjebak korban dengan cara menelpon menggunakan nomor orang lain, dan berpura-pura ingin memasang gigi.

Akibat perbutannya itu, pelaku terbukti melanggar Pasal 340 KUHP Tentang Pembunuhan Berencana dan Pasal 1 Ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

Editor
Rubrik
Sumber
REPUBLIKA.CO.ID

Komentar

Loading...