‘Invasi’ Gajah Liar, Satu Keluarga Mengungsi di Pidie

‘Invasi’ Gajah Liar, Satu Keluarga Mengungsi di Pidie
Warga melihat kawanan gajar liar yang masuk ke kebun di Gampong Tuha Lala, Kecamatan Mila, Pidie beberapa waktu lalu. SERAMBI/M NAZAR

BERITAKINI.CO, Sigli | Konflik gajah liar di Kabupaten Pidie belum juga reda. Sudah dari awal 2017 lalu, persoalan ini nyaris tanpa penanganan kongkrit dari pengambil kebijakan.

Alhasil hewan dilindungi itu semakin memperluas jarak jelajahnya ke pemukiman warga. Mulai dari Kecamatan Mane, Tangse, Keumala, Mila, Padang Tiji, kemudian dalam dua minggu ini puluhan gajah itu berada di sejumlah titik di Kecamatan Sakti.

Mukim Kandang, Kecamatan Sakti, Tarmizi yang dikonfirmasi BERITAKINI.CO, Rabu (12/4/2017) mengatakan, sampai saat ini puluhan gajah masih bertahan di kawasan itu dan mencari makan dari ladang dan perkebunan warga.

“Banyak tumbuhan di kebun warga rusak, mulai dari pinang, puhon sagu, kelapa, pisang, dan padi,” kata Tarmizi.

Tidak berhenti di situ, keberadaan gajah liar yang semakin dekat dengan pemukiman warga mengakibatkan satu kepala keluarga harus mengungsi. Mereka memilih meninggalkan rumahnya untuk mencari tempat yang aman, karena dikhawatirkan berkonfrontasi dengan gajah.

“Tadi malam Mustafa (42) bersama istrinya Nurmi (32) warga Ulee Kandang, Pulo Pante, Kecamtan Sakti sudah mengungsi, karena keberadaan gajah sangat dekat dengan pemukiman warga,”tambah Tarmizi.

Tarmizi berharap pemerintah segera turun tangan menangani kasus konflik gajah ini, karena jika tidak dilakukan secepatnya, diperkirakan tingat kerusakan tanaman perkebunan warga semakin parah dan puluhan kepala keluarga harus mengungsi.(*)

Penulis
Rubrik

Komentar

Loading...