Hermes Palace Belum Lunasi Hak-hak Octowandi Rp 445 Juta

Hermes Palace Belum Lunasi Hak-hak Octowandi Rp 445 Juta
Octowandi

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Pengadilan Negeri Banda Aceh menggelar sidang permohonan eksekusi putusan Mahkamah Agung dimana pengadilan telah menghukum Hermes Palace Banda Aceh untuk membayar hak-hak mantan General Managernya Octowandi.

Namun Hermes Palace Banda Aceh tak serta merta memenuhi isi keputusan itu sehingga proses eksekusi yang berlangsung Rabu (14/3/2018), tertunda.

Sebelumnya, Keputusan Mahkamah Agung Nomor 395 K/Pdt.Sus-PHI/2016 telah menghukum Hermes Palace Hotel Banda Aceh untuk membayar hak-hak Octowandi senilai Rp 445.500.000, yang merupakan akumulasi dari uang pesangon, penghargaan masa kerja, uang pengganti hak, dan upah proses.

Baca: Taat Hukum, Hermes Palace Banda Aceh akan Bayar Hak-hak Octowandi

Wakil Ketua Panitera Pengadilan Negeri Banda Aceh Drs Efendi Azhar yang ditemui BERITAKINI.CO paska tertundanya eksekusi itu mengatakan, tak tercapai titik temu antara kedua belah pihak mengenai besaran nilai yang harus dibayar.

“Sama-sama ngotot, dari Hermes Palace menginginkan pembayaran hak-hak tersebut harus dipotong pajak sekitar Rp 81 juta, sementara pihak Octowandi ingin terima bersih atau pembayaran sesuai dengan putusan Mahkamah Agung senilai RP 445,5 juta,” katanya Efendi.

Efendi mengatakan, berdasarkan putusan Mahkamah Agung, memang tidak disebutkan adanya pemotongan pajak tersebut.

Namun untuk ini, kata Efendi, pengadilan nantinya akan menghadirkan pihak yang berkompeten di bidang pajak untuk memastikan apakah pembayaran itu harus dipotong pajak atau tidak.

Sementara Octowandi mengatakan, putusan Mahkamah Agung sesungguhnya sudah inkracht dimana pengadilan menghukum Hermes Palace harus membayar senilai Rp 445,5 juta.

“Tapi dia masih bertele-tele. Kita juga sudah ajukan permohonan sita eksekusi aset, karena sudah berlarut-larut dan inkar janji. Lagi pula saya sudah berikan list gaji yang kita buat bersama dulu dimana pajak sesungguhnya ditanggung oleh perusahaan, tapi hari ini mau dibebankan pada karyawan,” katanya.

Penulis
Rubrik

Komentar

Loading...