Helikopter Membawa Menteri Jatuh, 13 Orang Tewas

Oleh ,
Helikopter Membawa Menteri Jatuh, 13 Orang Tewas

BERITAKINI.CO | Sebuah helikopter yang membawa Menteri Dalam Negeri Meksiko terjatuh pada Sabtu (17/2), mengakibatkan sedikitnya 13 orang meninggal dunia.

Helikopter jatuh di barat daya kota Pinotepa de Don Luis yang berjarak 37 kilometer dari pusat gempa yang mengguncang Meksik0, Jumat (16/2) lalu.

Helikopter UH-60 Black Hawk itu menimpa mobil van, namun Menteri Dalam Negeri Meksiko Alfonso Navarrete dan Gubernur Oaxaca Alejandro Murat yang berada di dalam helikopter nahas tersebut, berhasil selamat.

"Patut disayangkan sejumlah orang yang berada di bawahnya meninggal dunia dan yang lain terluka," kata Presiden Meksiko Enrique Pena Nieto di akun Twitternya, seperti dilansir AFP.

Otoritas Oaxaca pada Sabtu setelah kecelakaan tersebut mengatakan 13 korban tewas terdiri dari lima perempuan, empat laki-laki, dan tiga anak kecil. Korban lainnya mengembuskan nafas terakhir saat sedang dibawa ke rumah sakit.

Selain korban tewas, tercatat 15 orang mengalami luka. Menteri Navarrete bercerita kepada jaringan Televista TV bahwa pilot kehilangan kendali saat helikopter berada di ketinggian 130 kaki. Dia menambahkan bahwa sejumlah penumpang dalam helikopter terluka.

Gempa di Meksiko sendiri telah menghancurkan sekitar 50 rumah penduduk di kota Santiago Jamiltepec. Gempa juga merusak gedung pertemuan, gereja, namun tidak menelan korban jiwa.

Pemerintah Oaxaca telah membuka posko pengungsian bagi korban gempa dan sedikitnya 6.000 tentara dan polisi federal dikerahkan untuk melakukan evakuasi darurat.

Badan Seismologi Nasional Meksiko dan Badan Geologi Amerika Serikat mencatat kekuatan gempa pada Jumat (16/2) lalu itu mencapai 7,2 skala richter. Gempa terjadi pada pukul 5.39 pagi waktu setempat dengan kedalaman sekitar 24,7 kilometer.

Gempa itu terjadi hanya berselang lima bulan setelah dua gempa besar yang menewaskan ratusan orang di Meksiko.

Pada 7 September, gempa berkekuatan 8,2 skala richter mengguncang Meksiko dan membunuh 96 orang. Kemudian, gempa 8,2 skala richter kembali menerjang pada 19 September mengakibatkan 369 orang meninggal dunia.

Rubrik
Sumber
CNNIndonesia
LOKER BERITAKINI

Komentar

Loading...