Hasilnya Menangkan Prabowo-Sandi, Bawaslu Cabut Izin Jurdil2019.org sebagai Lembaga Pemantau Pemilu

Oleh ,
Hasilnya Menangkan Prabowo-Sandi, Bawaslu Cabut Izin Jurdil2019.org sebagai Lembaga Pemantau Pemilu
Foto: Grandyos Zafna/detik.com

BERITAKINI.CO | Bawaslu mencabut izin atau akreditasi satu lembaga pemantau Pemilu 2019. Pencabutan izin ini dilakukan karena lembaga itu dituduh tidak menjalankan tugas sesuai dengan prinsip pemantauan.

"Situs jurdil2019.org pengembangan dari pemantau PT Prawedanet Aliansi Teknologi dan akhirnya kita cabut akreditasinya hari ini sebagai pemantau, karena tidak sesuai dengan prinsip pemantauan," kata anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin, Minggu (21/4/2019).

Afif mengatakan bahwa lembaga survei tersebut mengajukan izin sebagai pemantau yang akan membuat aplikasi untuk pelaporan pelanggaran Pemilu. Namun, Afif menyebut lembaga tersebut melanggar aturan dengan membuat dan mempublikasikan quick count, yang berdasarkan aturan harusnya terdaftar di KPU.

"Ketika mengajukan permohonan kepada Bawaslu untuk menjadi pemantau pemilu, PT Prawedanet Aliansi Teknologi akan melakukan pemantauan dengan membuat aplikasi pelaporan dari masyarakat terhadap dugaan pelanggaran Pemilu. Bawaslu lalu memberikan persetujuan terhadap permohonan tersebut," kata Afif.

"Namun, dalam kenyataanya PT Prawedanet Aliansi Teknologi melakukan quick count, dan mempublikasikan hasil quick count tersebut melalui Bravos Radio dan situs www.jurdil2019.org. Bawaslu menilai PT. Prawedanet Aliansi Teknologi telah menyalah gunakan sertifikat akreditasi, kalau survei urusan izin di KPU."

Atas perbuatannya, PT Prawedanet Aliansi Teknologi disebut melanggar Undang-undang nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu pasal 442 huruf j juncto Peraturan Bawaslu nomor 4 tahun 2018 pasal 21 huruf i tentang Pemantauan Pemilu.

Afif menyebut, selain pencabutan akreditasi lembaga survei juga dilarang menggunakan logo Bawaslu. "PT Prawedanet Aliansi Teknologi dicabut status dan haknya sebagai pemantau pemilu, serta dilarang menggunakan logo dan lambang Bawaslu dalam semua aktivitasnya," kata Afif.

Sebelummnya diketahui, jurdil2019.org mengeluarkan hasil real count dari 4378 TPS se-Indonesia yang memperlihatkan keunggulan pasangan calon Prabowo-Sandi 60,2 persen, sedangkan Jokowi 37,9 persen. Akibatnya, Bawaslu mencabut izin lembaga tersebut.

Editor
Rubrik
Sumber
Detik.com

Komentar

Loading...