Hari Libur, Kunjungan Masyarakat ke Museum Tsunami Aceh Meningkat

Oleh ,
Hari Libur, Kunjungan Masyarakat ke Museum Tsunami Aceh Meningkat
Sejumlah pengunjung dari kalangan pelajar mengantri beli tiket di Museum Tsunami Aceh. Foto: BERITAKINI.CO

BERITAKINI.CO | Jumlah pengunjung ke gedung Museum Tsunami Aceh dalam beberapa hari terakhir meningkat signifikan. Peningkatan ini terjadi seiring jadwal sekolah yang tengah memasuki masa liburan. 

Pantauan BERITAKINI.CO di lokasi, pengunjung Museum Tsunami Aceh Selasa (30/4/2019) siang tadi didominasi oleh pelajar. 

Humas Museum Tsunami Aceh, Risa Septiana, yang dikonfirmasi BERITAKINI.CO, Selasa (30/4/2019) mengatakan, hingga pukul 13.00 WIB hari ini, sudah ada 1.500 pengunjung yang masuk ke gedung penyimpanan bukti sejarah tsunami Aceh itu.

Risa menjelaskan, kunjungan ke museum meningkat signifikan sejak Sabtu kemarin. "Pengunjung didominasi pelajar dari berbagai daerah. Mereka memanfaatkan waktu hari libur sekolah," kata Risa Septiana.

Selain pelajar, turis asing juga terpantau berada di lokasi. 

"Tadi selain ada turis luar negeri yang datang personal, juga ada 50 pengunjung luar negeri dari peserta Sabang Merine yang datang untuk melihat langsung suasana di dalam gedung," kata Risa.

"Kalau sepi setiap hari sekitar 900 pengunjung, kalau kunjungan kategori sedang itu sekitar 1.500 setiap hari. Sedangkan kategori ramai bisa mencapai 4.000 lebih."

Sementara untuk harga tiket, untuk tingkat pelajar Rp 2.000, umum Rp 3.000 dan untuk pengunjung asing Rp 10.000.

Sejumlah turis internasional saat berkunjung ke Museum Tsunami Aceh. Foto: BERITAKINI.CO

 

Dafa, salah satu siswa kelas 2 MTSs Mon Malem Aceh Besar yang ditemui media ini di lokasi mengaku baru pertama datang ke Museum Tsunami Aceh. "Ada gambar-gambar dan benda peninggalan bukti tsunami Aceh yang kami lihat tadi di dalam. Dengan berkunjung ke sini, kami juga bisa tahu bagaimana tsunami melanda Aceh dulu," kata Dafa yang pergi bersama temannya Muhammad Sabil.

Sementara Sabil menambahkan bahwa ia mendapat banyak informasi baru mengenai tsunami yang tak sempat ia lihat karena lahir setelah bencana dahsyat itu terjadi. "Mudah-mudahan nanti kami bisa datang lagi ke sini dengan teman-teman lain," kata Sabil.

Bukan hanya dari Aceh Besar, Salman, salah satu pelajar SMP dari Kota Lhokseumawe, juga mengaku baru pertama kali mengunjungi Museum Tsunami Aceh.

Hal senada disampaikan Salman, seorang siswa kelas 3 SMP dari Dayah Darul Yakin, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe. "Selama ini cuma tahu saja tapi belum lihat," katanya singkat. Salman datang bersama rombongan untuk kunjungan belajar.

Museum dibuka setiap hari sejak pukul 09.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB. Khusus hari jumat, museum ditutup selama pelaksanaan salat jumat dari pukul 12.00 hingga 14.00 WIB. 

"Untuk bulan puasa nanti kita juga buka mulai pukul 09.00 WIB dan tutup pukul 15.00 WIB," kata Risa.

Rubrik

Komentar

Loading...