Bea Cukai Lhokseumawe Musnahkan 70 Ton Lebih Bawang Merah Ilegal

Bea Cukai Lhokseumawe Musnahkan 70 Ton Lebih Bawang Merah Ilegal

BERITAKINI.CO, Lhokseumawe | Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai tipe Madya Pabean C Kota Lhokseumawe memusnahkan 70 ton lebih bawang merah (bawang peking) impor ilegal, Rabu (15/5/2019).

Pemusnahan dilakukan secara simbolis di lapangan gudang Bulog Sub Divre Lhokseumawe. Selebihnya di bawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Alue Lim, Kecamatan Blang Mangat, Lhokseumawe untuk dimusnahkan dengan cara ditanam.

"Bawang ini hasil penangkapan pada April 2019 lalu oleh Tim Bea Cukai dan TNI/Polri," kata Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Lhokseumawe, Suparyanto pada BERITAKINI.CO.

Kata Suparyanto, bawang ilegal asal Thailan dan Malaydia itu sebelumnya ditangkap di perairan Jambo Aye, Aceh Utara.

Dalam pengungkapan ini, Bea Cukai juga mengamankan dua tersangka yaitu M dan SY. Salah satunya adalah warga Aceh Timur.

"Keduanya sudah ditahan di Polres Lhokseumawe, guna penyelidikan lebih lanjut," kata Suparyanto.

Keduanya, kata dia, melanggar Pasal 102 huruf a UU Nomor 10 Tahun 1995 tentang kepabeanan sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 17 tahun 2006, dengan acaman hukuman pidana penjara paling singkat satu tahun dan paling lama 10 tahun, atau denda paling sedikit Rp 50 juta atau paling banyak Rp 5 miliar.

"Kami akan terus memantau untuk melindungi petani, bawang impor terjadi karena permintaan barang yang tinggi," kata Suparyanto | Rizkita

Editor
Rubrik

Komentar

Loading...