Harga Semen di Nagan Raya Mencapai Rp 65 Ribu per Sak

Oleh ,
Harga Semen di Nagan Raya Mencapai Rp 65 Ribu per Sak

BERITAKINI.CO, Suka Makmue | Harga semen melambung tinggi sejak sepekan terakhir di Nagan Raya sejalan dengan langkanya bahan baku bangunan itu di Aceh.

Di sejumlah toko bangunan kabupaten itu, terpantau bahwa stok Semen Andalas dalam keadaan kosong.

Sedangkan Semen Padang ukuran 40 kg dijual dengan harga berkisar antara Rp 60 sampai 65 ribu per sak. Di mana lazimnya dijual Rp 55 ribu per sak.

Warga Kuala Pesisir, Abdul kepada wartawan mengatakan, Ia kesulitan memperoleh semen produk Aceh sejak seminggu terakhir.

Ia bahkan sempat keliling mencari semen ke beberapa toko bangunan di wilayahnya. Selain harganya yang mahal, stok barangnya juga sering kosong.

“Sudah sejak beberapa hari lalu, karena Saya butuh semen dan sangat mendesak, mau tidak mau, ya harus beli juga walau dengan harga mahal,” ungkapnya kepada wartawan, Selasa (5/2/2019).

Selain itu, warga Nagan Raya Mursal juga mengakui kalau dirinya kesulitan memperoleh semen sejak seminggu lalu.

"Karena sedang musim hujan, rumah juga harus segera direnovasi di beberapa bagian. Ya terpaksa juga, walau harus membeli dengan harga mahal," tuturnya.

Sementara itu, salah seorang pemilik toko bangunan di Simpang Peut mengatakan, semen produk Aceh di tempatnya kosong sejak dua minggu lalu.

“Biasanya kita jual dengan harga Rp 55 ribu per sak. Namun, untuk saat ini stok semen di toko kami sedang kosong, baik Semen Andalas maupun Semen Padang," ujarnya.

Seperti diketahui, macetnya distribusi semen Andalas di Aceh salah satunya  lantaran PT Lafarge Cement Indonesia, di Lhoknga, Aceh Besar, berhenti beroperasi.

Baca: 51 TKA Tiongkok Dikeluarkan dari Aceh, PT LCI Terhenti Berproduksi

Terhentinya produksi semen di anak perusahaan PT Holcim Indonesia itu disebut-sebut imbas dari pemulangan 51 tenaga kerja asing (TKA) asal Tiongkok (China) yang bekerja pada PT Shandong Licun Power Plant Technology Co.Ltd sebagai penyedia listrik di PT LCI.

Baca: Terhenti Berproduksi, PT LCI Terus Koordinasi dengan PT Shandong

PT Lafarge Cement Indonesia (PT LCI) Lhoknga, Aceh Besar, masih berupaya mencari solusi agar suplai listrik ke pabrik kembali normal.

Terutama melakukan koordinasi dengan PT Shandong Licun Power Plant Technology Co.Ltd selaku rekanan yang menangani masalah listrik di pabrik tersebut.

Komentar

Loading...