Hakim Vonis Bebas Bandar 3,4 Kg Sabu yang Sempat Buron, Polisi Kecewa

Hakim Vonis Bebas Bandar 3,4 Kg Sabu yang Sempat Buron, Polisi Kecewa
Ilustrasi Net

BERITAKINI.CO | Terdakwa kasus bandar sabu seberat 3,4 kg, Syamsul Rijal alias Rijal alias Kijang bin Hamid, dijatuhi vonis bebas Pengadilan Negeri (PN) Makassar.

Kijang dinyatakan tidak bersalah atas dakwaan yang dituduhkan kepadanya terkait kepemilikan sabu tersebut.

"Menyatakan terdakwa Syamsul Rijal alias Rijal alias Kijang tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana yang didakwakan dalam dakwaan pertama, kedua, dan dakwaan ketiga," seperti dikutip di laman putusan PN Makassar, pada Selasa (12/2/2019).

Selain dinyatakan tak bersalah, Kijang diperintahkan untuk segera dikeluarkan dari tahanan, memulihkan hak terdakwa dalam kemampuan, kedudukan, dan harkat serta martabatnya, juga membebankan biaya perkara kepada negara.

Kijang ditangkap kepolisian karena disinyalir sebagai salah satu gembong narkoba asal Pinrang. Bandar sabu ini dikenal sangat lincah dan lihai.

Kijang dibekuk oleh Ditesnarkoba Polda Sulawesi Selatan dalam pelariannya di perbatasan Indonesia-Malaysia. Si Kijang berstatus buron sejak April 2016. Sebelumnya, polisi menangkap empat orang rekan Kijang dengan barang bukti 3,4 kilogram sabu.

"Kita amankan pada Kamis 17 Mei lalu di wilayah Nunukan, Kalimantan Utara. Dia ini sangat lincah dan gesit, makanya dijuluki si Kijang. Tidak ada perlawanan saat ditangkap," kata Ditresnarkoba Polda Sulsel Kombes Hermawan, Kamis lalu (24/5/2018).

Sebelum ditangkap, bandar narkoba jaringan internasional ini diketahui tengah melakukan perjalanan dari Malaysia ke Indonesia melalui jalur laut. Ia disergap saat masuk di wilayah Sungai Nyamuk, Nunukan, Kalimantan Utara. Ia langsung dibawa ke Makassar.

Polisi kecewa

Polisi kecewa dengan vonis bebasnya Syamsul Rijal alias Kijang di kasus kepemilikan sabu 3,4 kg. Padahal, polisi sudah menyertai sejumlah barang bukti pendukungnya untuk menjerat Kijang ke penjara.

"Pastilah (kecewa), artinya ini kan jelas jaringan kalau disuruh semua mengaku jaringan tidak mungkin mengaku, tapi dari awal ini kan semua sudah ada bukti buktinya lengkap," ujar Diresnarkoba Polda Sulsel, Kombes Hermawan, saat diwawancara wartawan, Selasa (12/2/2019).

Hermawan, tetap optimis dan juga mengapresiasi usaha dari Jaksa Penuntut Umum, yang langsung melakukan kasasi usai putusan vonis bebas ini. Hermawan berharap, putusan ini berubah di tingkat kasasi.

"Pihak jaksa juga sudah maksimal, ini kan masih dilakukan upaya lain oleh jaksa yaitu karena vonisnya langsung bebas, jaksa langsung melakukan proses kasasi jadi belum final," sebut Hermawan.

Padahal dari awal tertangkapnya Kijang hingga kasusnya dilanjutkan ke tahap proses peradilan di Pengadilan Negeri Makassar, penyidikan dan gelar perkara yang dilakukan di Mapolda Sulsel, juga melibatkan beberapa unsur lain tidak hanya dari Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulsel saja.

"Alhamdulilah saat ditangkap langsung dilakukan gelar perkara dihadiri bid propam, paminal, bid kum, dari unsur lain bukan dari direktorat sendiri yang menilai untuk melanjutkan kasus ini, tapi dari hasil gelar perkara. Dilanjutkan penahanannya, ditetapkan tersangka, dilanjutkan berkasnya alhamdulilah berjalan normal penyidikan maksimal," tegas Hermawan.

Rubrik
Sumber
DETIK.COM

Komentar

Loading...