Hakim Konstitusi Sorot Legal Standing Kautsar-Tiong

Oleh ,
Hakim Konstitusi Sorot Legal Standing Kautsar-Tiong
BERITAKINI.CO/A Putra

BERITAKINI.CO | Mahkamah Konstitusi telah menggelar sidang pendahuluan gugatan UU Pemilu yang diajukan dua warga Aceh yakni Kautsar Muhammad Yus dan Samsul Bahri alias Tiong, kemarin.

Dalam sidang itu, Ketua Majelis I Dewa Gede Palguna menyoroti kedudukan hukum (legal standing) dua penggugat tersebut.

Usai mendengarkan pemaparan para penggugat, hakim memberikan saran-saran untuk perbaikan dasar-dasar gugatan.

 “Ini agak unik. Pemohon, Pak Kautsar-Tiong. Di permohonan disebutkan sebagai perseorangan warga negara Indonesia.  Tetapi pasal yang dipersoalkan soal KPU atau KIP Aceh,” kata Palguna.

Menurut Palguna, yang belum muncul dalam uraian mengenai legal standing (kedudukan hukum) adalah apa kerugian Kautsar dan Tiong sebagai warga negara Indonesia apabila pasal yang dipersoalkan itu dicabut atau diubah. Palguna pun menyarankan anggota KIP Aceh yang menggugat.

“Kalau ada anggota KIP, jelas dirugikan. Nah, sebagai individu dalam kedudukan sebagai warga negara Indonesia, apa yang merugikan saudara,” tanya Palguna.

“Tak perlu dijawab, dicatat saja. Itu pun kalau mau diperbaiki, kami hanya menyarankan saja.”

Palguna menjelaskan, uraian tentang latar belakang sejarah lahirnya Undang-Undang Pemerintahan Aceh yang disampaikan kuasa hukum Katsar hanya pelengkap, sehingga dibutuhkan uraian lebih lengkap tentang bagaimana pertentangannya dengan UUD 1945.

“Soal perjanjian damai kan itu latar belakang saja kan. Alhamdulillah masa-masa gelap itu telah lewat. Mengenai legal standing ya Pak Kautsar atau kuasanya, diperhatikan sungguh-sungguh tentang legal standing-nya. Harus tampak dimana kerugiannya. Itu yang mesti dijelaskan,” kata Palguna memberi masukan.(*)

Rubrik
Sumber
Parlemen

Komentar

Loading...