Hadapi Soal Kepercayaan Publik, JADI Aceh: Penyelenggara Pemilu Harus Mampu Menepis Hoaks

Hadapi Soal Kepercayaan Publik, JADI Aceh: Penyelenggara Pemilu Harus Mampu Menepis Hoaks

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Penyelenggara pemilu tengah dihadapkan pada masalah kepercayaan publik. Terutama melalui isu-isu hoaks yang berkaitan dengan pemilu.

Karena itu, penting bagi penyelenggara pemilu di setiap tingkatan untuk menepis hoaks tersebut.

“Jika tidak, kepercayaan publik terhadap penyelenggara bisa menurun," kata Direktur Eksekutif Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI) Ridwan Hadi dalam diskusi yang digelar di Rodya Cafe, Banda Aceh, Jumat (11/1/2019).

Saat ini, kata Ridwan Hadi, banyak isu-isu politik bermuatan hoaks beredar di berbagai media sosial. Bahkan ada isu sempat membuat kericuhan nasional.

“Seperti isu 10 kontainer surat suara yang dicoblos. Setelah dicek kebenarannya, ternyata isu tersebut hoaks atau berita bohong. Namun, hoaks tersebut sempat menurunkan kepercayaan publik terhadap penyelenggara pemilu,” katanya.

Sementara Komisioner KIP Aceh Tgk Akmal Abzal mengatakan, pihaknya terus berupaya meningkatkan kepercayaan publik, sehingga partisipasi masyarakat ikut Pemilu 2019 turut meningkat.

Akmal membenarkan jika saat ini banyak orang yang berkepentingan terhadap hasil pemilu sehingga kerap melontarkan hoaks, terutama melalui komentar-komentar mereka di media sosial.

"Namun, kami yakin masyarakat Aceh cerdas dan bisa membedakan hoaks atau berita bohong," kata Tgk Akmal Abzal.

Rubrik

Komentar

Loading...