Gubernur Aceh Pindahkan Eksekusi Hukuman Cambuk ke Lapas

Gubernur Aceh Pindahkan Eksekusi Hukuman Cambuk ke Lapas

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Gubernur Aceh Irwandi Yusuf menerbitkan peraturan gubernur (pergub) tentang pelaksanaan hukum jinayah.

Ke depan, proses eksekusi cambuk tak lagi dilakukan di depan umum, seperti yang berlangsung selama ini di halaman masjid-masjid di Aceh.

Dengan berlakunya peraturan tersebut, eksekusi cambuk nantinya akan digelar di Lembaga Permasyarakatan (Lapas).

Baca: Gagasan Modifikasi Hukum Cambuk Bisa Saja Batal

Kadis Syariat Islam Munawar A Djalil mengatakan, pergub tersebut berlaku sejak ditandatangani pada 28 Februari 2018 lalu.

Sedangkan MoU dengan Kanwil Kemenkumham Aceh, telah juga diteken oleh Gubernur Aceh Irwandi Yusuf di Amel Convention Hall, Banda Aceh, yang turut disaksikan Menteri Hukum dan HAM Yasona Laoli, Kamis (12/4/2018).

Baca: Soal Modifikasi Hukum Cambuk, Nova Iriansyah: Yang Saya Merasa Bersalah, yang Disalahkan Justru Presiden

Munawar A Djalil menjelaskan, pergub tersebut telah melalui kajian yang melibatkan banyak pihak, terutama MPU, akademisi dan aktivis.

"Pergub tidak bertentangan dengan undang-undang," kata Munawar pada wartawan usai menghadiri penandatanganan MoU tersebut.

Dalam pergub ini, kata Munawar, hanya mengatur tentang perpindahan lokasi dari tempat umum ke lapas.

“Karena naskah sudah ditandatangani, maka ke depan sudah bisa dilaksanakan,” katanya.

Penolakan

Prosesi penandatanganan MoU antara Pemerintah Aceh dengan Kanwil Kemenkum Ham Aceh tadi sempat diwarnai aksi penolakan oleh sekelompok orang.

Sekitar 9 orang membentangkan spanduk berisi penolakan terhadap pergub tersebut.

Di antaranya berbunyi, "Rakyat Aceh Menolak Cambuk Tertutup" dan "Cambuk di Lapas, Cambuk Dilepas."

Rubrik

Komentar

Loading...