Gelar Aksi di Langsa, Germala Desak Sukmawati Dihukum Seberat-beratnya

Gelar Aksi di Langsa, Germala Desak Sukmawati Dihukum Seberat-beratnya
Foto: BERITAKINI.CO/Hasbuh
Iklan BPKS

BERITAKINI.CO, Langsa | Geram dan merasa tersinggung atas puisi Sukmawati Soekarno Putri yang diduga menistakan agama Islam, ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Langsa (Germala) mendesak penegak hukum agar segera memproses secara hukum.

Koordinator aksi Germala, T Syahrul Ramadhana dalam orasinya di hadapan ratusan mahasiswa di Lapangan Merdeka Langsa, Kamis (12/4/2018) mengatakan, puisi Sukmawati tersebut berpotensi besar menghancurkan persatuan dan kesatuan bangsa.

"Penista agama merupakan permasalahan yang terus terjadi di masyarakat Indonesia saat ini dan berpotensi besar menghancurkan persatuan dan kesatuan bangsa," tegas Syahrul.

Para mahasiswa meminta Pemerintah dan aparat penegak hukum untuk serius menangani permasalahan tersebut, serta menghukum seberat beratnya penista agama sesuai peraturan yang berlaku di Indonesia.

“Ini ditujukan agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” katanya.

Germala, kata Syahrul, akan melakukan aksi kembali dan menurunkan massa yang lebih besar lagi apabila pemerintah dan penegak hukum tidak menindak tegas para penista agama.

Syahrul meminta kepada seluruh masyarakat Indonesia, terutama Kota Langsa, agar terus menjaga keutuhan persatuan dan kesatuan dalam bingkai NKRI, di tengah perbedaan yang ada.

Sementara itu, menyahuti suara umat muslim yang telah tersakiti atas puisi Sukmawati Soekarno Putri, Wakapolres Langsa Kompol Siswara Hadi Chandra yang hadir di tengah-tengah mahasiswa mengatakan, kepolisian akan memproses semua pelanggaran hukum terkait seluruh laporan polisi yang masuk.

"Tidak terkecuali dugaan penistaan agama, serta semua penyelesaian kasus dapat dipastikan tidak ada intervensi dari pihak manapun," kata Siswara Hadi Chandra.

Penulis
Rubrik

Komentar

Loading...