Gegara Sering Facial, Wanita Ini Terkena Virus HIV, Kisahnya Viral

Oleh ,
Gegara Sering Facial, Wanita Ini Terkena Virus HIV, Kisahnya Viral
ILUSTRASI NET

BERITAKINI | Penularan virus HIV rupanya tak hanya melalui hubungan seksual, wanita ini ungkap dirinya positif HIV lantaran facial wajah, kisahnya viral!

Aktivis Kesehatan Seksual, Andrea Gunawan, belum lama ini berbagi pengetahuannya terkait penyakit HIV.

HIV atau Virus imunodifisiensi manusia atau dalam bahasa Inggris, human immunodeficiency virus adalah suatu virus yang dapat menyebabkan penyakit AIDS.

Virus ini menyerang manusia dan menyerang sistem kekebalan (imunitas) tubuh, sehingga tubuh menjadi lemah dalam melawan infeksi.

Penyakit ini diam-diam mengintai para millenials yang makin ke sini makin dekat dengan seks bebas. Namun percaya atau tidak, penyakit HIV tak hanya ditularkan melalui hubungan seksual belaka.

Hal itu terbukti dari cerita salah satu netizen yang dibagikan oleh Andrea melalui Instagram pribadinya. Dilansir dari laman Instagram Andrea @catwomanizer, Minggu (23/9/2018), ia membagikan cerita salah satu netter yang mengaku dirinya positif HIV.

Netter tersebut menceritakan bahwa ia positif HIV, sementara suaminya sendiri negatif. "Saya gak pernah berhubungan badan dengan orang lain selain suami tapi suami saya negatif HIV," ceritanya.

Rupanya menurut penjelasan dokter, virus HIV tersebut bisa disebabkan hal lain.

"Kemungkinan saya terkena dari treatment facial.. Karena saya belum pernah ke dokter gigi atau menggunakan jarum suntik bergantian (drugs)... Tapi saya bisa 1 bulan 1 x facial dulunya," paparnya.

Wanita itu menjelaskan jika menurut dokter, kemungkinan peralatan di tempatnya facial tak steril. Apalagi facial biasanya harus memencet jerawat dan membuat berdarah, bisa dari situ pula virus tersebut menyebar.

Ia pun menyarankan agar para kaum hawa lebih berhati-hati dalam memilih tempat untuk perawatan diri, termasuk memilih tempat facial. Dilansir dari Wikipedia, penyaluran virus HIV bisa melalui penyaluran Semen (reproduksi), darah, cairan vagina, dan ASI. HIV bekerja dengan membunuh sel-sel penting yang dibutuhkan oleh manusia, salah satunya adalah Sel T pembantu, Makrofaga, Sel dendritik.

HIV dapat ditularkan melalui injeksi langsung ke aliran darah, serta kontak membran mukosa atau jaringan yang terlukan dengan cairan tubuh tertentu yang berasal dari penderita HIV. Cairan tertentu itu meliputi darah, semen, sekresi vagina, dan ASI.

Beberapa jalur penularan HIV yang telah diketahui adalah melalui hubungan seksual, dari ibu ke anak (perinatal), penggunaan obat-obatan intravena, transfusi dan transplantasi, serta paparan pekerjaan.

Tetapi untuk tiap satu kali tindakan, maka yang paling beresiko adalah transfusi darah dari donor darah penderita HIV dimana kemungkinan resipien terkena HIV mencapai 90 persen.

Sedangkan ibu hamil penderita HIV yang melahirkan dan menyusuinya kemungkinan akan menularkan pada bayinya HIV sebesar 25 persen, tetapi dengan pemberian obat-obatan dan penanganan yang tepat pada saat kelahiran dan sesudahnya, maka angka ini dapat ditekan menjadi 1 sampai 2 persen saja.

Sekarang ini semua darah dari donor mengalami penapisan HIV, sehingga kasus penularan melalui transfusi darah boleh dikatakan sudah tidak ada lagi.

Namun dalam kasus netter tadi, kasus penularan melalui treatment facial memang cukup langka, tapi tak ada salahnya untuk lebih berhati-hati ya girls!

Editor
Rubrik
Sumber
tribunnews.com
IKLAN ACEH JAYA

Komentar

Loading...