Facebook Akhirnya Rilis Jawaban Soal Kebocoran Data Pengguna

Facebook Akhirnya Rilis Jawaban Soal Kebocoran Data Pengguna

BERITAKINI.CO, Jakarta | Ketika CEO Facebook Mark Zuckerberg berbicara di sidang di hadapan Kongres Amerika Serikat (AS) pada bulan April lalu, masih banyak pertanyaan yang belum terjawab.

Dua bulan kemudian, Facebook pun merilis dokumen sebanyak 454 halaman yang berisikan jawaban dari pertanyaan tertulis dari dua komite Senat.

Dokumen ini terdiri dari dua file versi PDF terpisah. PDF pertama sepanjang 225 halaman yang menjawab pertanyaan dari Komite Peradilan Senat.

Kemudian, PDF kedua berisi 229 halaman yang menjawab pertanyaan dari Komite Senat untuk Perdagangan, Sains, dan Transportasi.

Seperti dilaporkan oleh The Verge, Selasa (12/6/2018) beberapa pertanyaan tertulis yang ditanyakan anggota Senat, antara lain mencakup skandal Cambridge Analytics, ads targeting, kebijakan moderasi, dan masih banyak lagi.

Menurut The Verge, jawaban yang diberikan Facebook terhadap beberapa isu tersebut dinilai masih kurang jelas.

Contohnya, ketika ditanya apakah Facebook melacak setiap IP address yang digunakan ketika log-in ke Facebook, perusahaan besutan Zuckerberg ini memberi jawaban yang panjang dan terkesan berbelit-belit daripada menjawab dengan singkat antara ya atau tidak.

Namun, Facebook memberikan informasi lebih lanjut mengenai data seperti apa yang mereka kumpulkan dari pengguna. Ternyata, media sosial ini melacak "operasi dan sikap" dari perangkat.

Hal ini termasuk apakah halaman dibuka di depan atau di latar belakang serta pergerakan mouse untuk membedakan manusia dan bot.

Facebook juga memberikan jawaban lebih lanjut dari respon yang diberikan Zuckerberg saat berbicara di depan Kongres. Saat ditanya mengenai kompetitor Facebook di depan Kongres, Zuckerberg kesulitan menyebut nama perusahaan media sosial pesaingnya.

Dalam dokumen ini, Facebook menyebut media sosial saingannya, seperti Snapchat, Twitter, Pinterest, Vimeo, dan masih banyak lagi. Namun, menurut mereka, kompetitornya itu bukan merupakan pengganti Facebook yang sepenuhnya.

Dalam sidang Kongres itu, Zuckerberg juga kesulitan menjawab pertanyaan tentang komitmen Facebook untuk memperluas penggunaan GDPR di Negeri Paman Sam.

Dalam dokumen ini, Facebook menjawab bahwa kontrol dan pengaturan yang digunakannya sebagai bagian dari GDPR tersedia untuk orang-orang di seluruh dunia.

Dirilisnya dokumen ini tidak berarti pekerjaan rumah perusahaan yang bermakas di Menlo Park, AS ini telah selesai.

Dalam dua bulan yang dibutuhkan Facebook untuk merilis dokumen ini, mereka justru terlibat skandal baru terkait privasi data penggunanya. Sehingga dapat diperkirakan akan lebih banyak pertanyaan dari regulator yang harus dijawab oleh Facebook.

Penulis
Rubrik
Sumber
DETIK.COM

Komentar

Loading...