Dugaan Suap, Ini Kronologi Penyerahan Uang untuk Irwandi Yusuf

Dugaan Suap, Ini Kronologi Penyerahan Uang untuk Irwandi Yusuf

BERITAKINI.CO | Sidang perdana kasus dugaan suap Bupati Bener Meriah non aktif Ahmadi digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Jakarta Pusat, Kamis (27/9/2018).

Dalam sidang dengan agenda pembacaan dakwaan itu terungkap bahwa Gubernur Aceh non aktif Irwandi (dituntut terpisah) meminta komitmen fee dari proyek DOKA pada Ahmadi senilai Rp 1 miliar lebih.

Baca: Bukan Rp 500 Juta, Irwandi Diduga Minta Suap Rp 1 Miliar

Berikut kronologi lengkap penyerahan uang yang diduga untuk Irwandi Yusuf berdasarkan surat dakwaan KPK:

  • Pada 7 Juni 2018 di depan SMEA Lampineung Banda Aceh, Muyassir (ajudan Ahmadi) atas perintah Terdakwa menyerahkan uang sebesar Rp 120 juta kepada Irwandi Yusuf melalui Teuku Saiful Bahri (tersangka lainnya yang juga timses Irwandi Yusuf) yang diterima oleh Teuku Fadhilatul Amri (orang kepercayaan Teuku Saiful Bahri). Setelah itu Muyassir menginformasikan penyerahan uang tersebut kepada Hendri Yuzal (ajudan Irwandi Yusuf) dan menyampaikan bahwa esok hari Terdakwa juga akan kembali menyerahkan sejumlah uang kepada Irwandi Yusuf.
  • Pada 8 Juni 2018, Dailami (orang kepercayaan Terdakwa) memenuhi permintaan Terdakwa untuk datang di Pendopo Bupati Bener Meriah untuk mengambil sisa uang yang akan diserahkan kepada Irwandi Yusuf. Pada saat itu datang pula Munandar (ajudan Terdakwa sekaligus adik ipar Terdakwa) membawa uang Rp 300 juta. Kemudian Terdakwa menyerahkan uang tersebut kepada Dailami untuk diserahkan kepada Irwandi Yusuf.
  • Pada 9 Juni 2018, Dailami mengantarkan uang Rp 300 juta kepada Muyassir di Hotel Hermes Banda Aceh. Selanjutnya Muyassir menambahkan uang sebesar Rp 130 juta milik Terdakwa sehingga seluruhnya berjumlah Rp 430 juta. Kemudian bertempat di depan SMEA Lampineung Banda Aceh Muyassir menyerahkan uang tersebut melalui Teuku Saiful Bahri yang diterima oleh Teuku Fadhilatul Amri. Setelah itu Muyassir menginformasikan penyerahan uang tersebut kepada Hendri Yuzal.
  • Pada 29 Juni 2018, bertempat di Pondok Pesantren Kampung Punge Kota Banda Aceh, Teuku Saiful Bahri bertemu dengan Muyassir terkait adanya kebutuhan dana dari Irwandi Yusuf senilai Rp 1 miliar. Setelah itu Muyassir menghubungi Terdakwa melaporkan perkembangan pengaturan program/kegiatan pembangunan yang berasal dari DOKA tahun 2018 sedang dalam proses pelelangan. Disamping itu Muyassir juga menyampaikan pesan bahwa Irwandi Yusuf membutuhkan dana senilai Rp 1 miliar untuk kegiatan Aceh Marathon dan meminta Terdakwa untuk memenuhinya.
  • Atas permintaan uang tersebut, Terdakwa menyanggupinya kemudian memerintahkan Dailami, Munandar, dan Muyassir mengumpulkan uang dari para rekanan Kabupaten Bener Meriah yang telah direkomendasikan untuk selanjutnya pada tanggal 2 Juli 2018 diserahkan Teuku Saiful Bahri.
  • Pada 30 Juni 2018, Dailami menghubungi Muyasir memastikan penyerahan uang kepada Teuku Saiful Bahri. Dailami juga menyampaikan bahwa uang baru terkumpul sejumlah Rp 500 juta dan akan dibawa ke Banda Aceh, ditemani oleh Salman.
  • Pada 1 Juli 2018, Dailami bersama Salman membawa uang Rp 500 juta tersebut ke Banda Aceh kemudian menginap di Hotel Hermes Banda Aceh.
  • Pada 2 Juli 2018, Muyassri melaporkan kepada Terdakwa bahwa uang yang akan diberikan kepada Irwandi Yusuf melalui Teuku Saiful Bahri telah dikoordinir oleh Dailami dan terkumpul sebesar Rp 500 juta, sedangkan sisanya sebesar Rp 500 juta belum dapat dipenuhi. Selanjutnya Terdakwa memerintahkan Muyassir menghubungi Munandar agar mencari alternatif lain.
  • Pada 3 Juli 2018, Muyassir kembali menghubungi Terdakwa melaporkan bahwa uang dari Munandar senilai Rp 500 juta belum juga ada, oleh karenanya Terdakwa memerintahkan Muyassir segera menyerahkan uang yang ada senilai Rp 500 juta pada Irwandi Yusuf melalui Teuku Saiful Bahri. “Ya kalau sudah ada, serahkan saja terus ga usah tanya lagi," perintah Ahmadi. “Siap," jawab Muyassir. Tidak lama kemudian, bertempat di parkiran Hotel Hermes, Muyassir menyerahkan tas warna kuning berisi uang sebesar Rp 500 juta yang diterima oleh Teuku Fadhilatul Amri (orang kepercayaan Teuku Saiful Bahri).
  • Selanjutnya uang tersebut dibawa ke rumah Teuku Saiful Bahri di Jalan Ateung Toha Aceh Besar. Setelah itu Teuku Saiful Bahri memerintahkan Teuku Fadhilatul Amri untuk melakukan transfer uang ke beberapa orang terkait kegiatan Aceh Marathon yaitu ke rekening BCA Nomor 3084523525 atas nama Jason Utomo sejumlah Rp190 juta dengan berita/keterangan DP ke-2 (mendali), ke rekening BCA Nomor 5415063161 atas nama Akbar Velayati sejumlah Rp 173,7 juta dengan berita/keterangan DP ke-2 (jersey), dan ke rekening Bank Mandiri Nomor 10200070547671 atas nama Ade Kurniawan Rp 50 juta dengan tujuan/keterangan transaksi pinjaman, sedangkan sisanya diserahkan Teuku Fadhilatul Amri kepada Teuku Saiful Bahri.
  • Setelah melakukan transfer uang sesuai dengan permintaan Teuku Saiful Bahri tersebut, Teuku Fadhilatul Amri melakukan pertemuan di warung kopi Solong Premium Banda Aceh bersama Rizki Prima Fadli dan Maulidil Akmal sampai akhirnya petugas KPK mengamankan ketiganya. Dan di tempat yang terpisah petugas KPK juga mengamankan Ahmadi, Irwandi Yusuf, Teuku Saiful Bahri, dan Hendri Yuzal.

KPK mendakwa Ahmadi melanggar Pasal 13 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 64 ayat (1) KUHPidana

Rubrik

Komentar

Loading...