Dugaan Korupsi Review Design Terminal Pelabuhan Balohan, Ada Nama Mantan Pejabat BPKS yang Dicopot Sayid Fadhil

Dugaan Korupsi Review Design Terminal Pelabuhan Balohan, Ada Nama Mantan Pejabat BPKS yang Dicopot Sayid Fadhil

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Pengelolaan anggaran pada BPKS dirundung rupa-rupa persoalan. Tak sedikit yang merambah ke ranah korupsi.

Salah satunya adalah dugaan korupsi Review Design Terminal Pelabuhan Balohan, Sabang dengan nilai kontrak Rp 649 juta dari pagu Rp 730 juta tahun anggaran 2016.

"Kita sudah gelar di BPKP, saat ini sedang menunggu tindaklanjut perhitungan kerugian negara," kata Kajari Sabang Suhendra saat dikonfirmasi BERITAKINI.CO, Kamis (10/1/2019).

Penyidikan kasus ini memang telah dilakukan sejak 2018 lalu. Dari serangkain proses penyidikan, kejaksaan juga telah menemukan pihak-pihak yang diduga bertanggungjawab atas kasus korupsi itu.

"Saya tak menyebut nama, tapi intinya kami telah menemukan unsur perbuatan melawan hukum, menyalahgunakan wewenang, dan berpotensi merugikan keuangan negara," katanya.

Pekan depan, kata Suhendera, pihaknya akan kembali ke BPKP Perwakilan Aceh untuk menindaklanjuti ihwal permintaan perhitungan kerugian negara tersebut.

"Kita paham, BPKP juga memiliki jadwal yang padat, jadi kami memang masuk daftar antrian. Tapi Insya Allah, jika saja BPKP menyatakan dapat dihitung, calon tersangka sudah ada," katanya.

Siapa mereka?

Suhendera mengatakan, sedikitnya ada dua orang yang dinilai bertanggungjawab dalam kasus tersebut. Mereka masing-masing, PPK Perencanaan dan Pembebasan Lahan BPKS Tahun Anggaran 2016 dan Konsultan Perencana, yang merupakan rekanan BPKS.

"Namun tak tertutup kemungkinan ada pihak lain yang juga bertanggungjawab, seperti KPA pada saat itu dan bendahara," katanya.

Penelusuran BERITAKINI.CO, PPK Perencanaan dan Pembebasan Lahan pada 2016 lalu adalah T Harri Kurniansyah.

Harri Kurniansyah sendiri adalah salah satu pejabat yang dicopot Kepala BPKS Sayid Fadhil beberapa waktu lalu. Sebelumnya dia menjabat sebagai Direktur Perencanaan dan Pembangunan Kawasan.

Sementara Konsultan Perencananya adalah PT Batel Indonesia. Adapun Kuasa Pengguna Anggaran atau KPA saat itu dijabat oleh Ir Fajri, yang saat ini kepala Dinas PUPR Aceh.

Seperti diketahui, pada 2016 lalu BPKS menganggarkan dana senilai Rp 730 juta untuk paket jasa konsultan pembuatan Review Design Terminal Pelabuhan Balohan. Paket ini dimenangkan PT Batel Indonesia dengan nilai kontrak Rp 649 juta lebih.

Belakang terindikasi bahwa hasil dari perencanaan alias review design tersebut, nyaris sama dengan desain yang sudah pernah ada. Informasi yang diperoleh BERITAKINI.CO, yang membedakan hanya beberapa penambahan desain gedung. Sementara yang lainnya masih tetap seperti desain awal, misal gambar dermaga yang sama persis. Dari sana, diduga pembiayaan yang dikeluarkan sesungguhnya tak mencapai nominal yang dianggarkan oleh BPKS.

Rubrik

Komentar

Loading...