Dua Kurir Sabu Asal Aceh Utara Divonis 16 Tahun Penjara di Medan

Dua Kurir Sabu Asal Aceh Utara Divonis 16 Tahun Penjara di Medan

BERITAKINI.CO | Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan yang dipimpin Dominggus Silaban, menghukum dua kurir sabu asal Aceh Utara dengan pidana penjara selama 16 tahun, denda Rp 1 miliar subsider tiga bulan kurungan.

Kedua terdakwa yang dihukum yakni Muliadi dan Iskandar.

Dalam sidang putusan ini, Majelis Hakim berpendapat bahwa perbuatan keduanya terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana narkotika. Kepada keduanya, Majelis menyematkan Pasal 114 ayat jo Pasal 132 (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

"Pemberatan terhadap perbuatan terdakwa bertentangan dengan program pemberantasan narkoba yang digagas pemerintah sementara hal yang meringankan adalah terdakwa belum pernah dihukum sebelumnya dan bersikap sopan selama di persidangan," kata Dominggus saat membacakan amar putusan majelis hakim, Kamis kemarin (27/12/2018).

Pada sidang sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Flowrin J Harahap menuntut kedua terdakwa masing-masing dengan pidana penjara selama 17 Tahun, denda Rp 1 Miliar, subsider 6 bulan kurungan.

Iskandar yang diwawancarai saat dipapah menuju bus tahanan Kejaksaan Negeri Medan, mengaku dirinya hanya orang kecil dan tak bisa berbuat banyak.

"Kami ini orang kecil. Nggak ada uangnya yaudah lah mau kayak mana lagi," ucap Iskandar dengan nada yang terbata-bata.

Ia pun berharap agar jaringan Narkotika sabusabu yang kini membawanya ke sel juga dituntaskan oleh pihak yang berwajib. Iskandar mengatakan agar tak hanya dia yang dihukum.

"Harusnya tauke tauke itu pun diusut juga, jangan kita aja," sambungnya meninggalkan wartawan.

Diketahui dalam dakwaan keduanya, bahwa terdakwa Musliadi dan Iskandar diduga bersama-sama pada Rabu 30 Mei 2018 lalu berencana mengedarkan narkoba jenis sabu seberat 1000 gram (1 kilogram). Namun nahas bagi keduanya, lantaran mengantarkan barang haram ke informan Polda Sumut yang menyaru sebagai pembeli.

Personel Polda Sumut saat itu menangkap kedua terdakwa dengan berjanji membeli narkotika golongan I bukan tanaman seharga Rp 550 juta rupiah. Kedua pihak sepakat bertemu di Jalan Pelita II Desa Medan Krio Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang.

Namun demikian hingga kini personel kepolisian Polda Sumut yang sempat memberi kesaksian belum mampu mengungkap jaringan shabu-shabu dari terdakwa Musliadi dan Iskandar.

Editor
Rubrik
Sumber
TRIBUNNEWS.COM

Komentar

Loading...