Dua Kurir Narkoba Jaringan Aceh Ditangkap Usai SMS Kiriman Sabu-sabu Dilacak Polisi

Dua Kurir Narkoba Jaringan Aceh Ditangkap Usai SMS Kiriman Sabu-sabu Dilacak Polisi

BERITAKINI.CO | Dua kurir narkoba diadili di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (9/1/2019) sore. Mereka didakwa telah mengirimkan 10 kilogram sabu-sabu.

Kedua terdakwa yang diadili masing-masing Zoelkarnain (51), warga Jalan Kongsi Gang Leman Harahap, Kompleks Pesantren, Desa Mariendal, Patumbak, Deli Serdang, Sumut. Dan Prana Citra (41), warga Jalan Gorila Gang Pasundan, Kelurahan Sei Kera Hilir, Medan Perjuangan.

Keduanya dinyatakan telah melakukan perbuatan yang diatur dan diancam dengan Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

"Secara tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan narkotika golongan I dalam bentuk bukan tanaman yang beratnya melebihi 5 gram," kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) Lamria di hadapan majelis hakim yang diketuai Richard Silalahi.

Dalam dakwaan disebutkan bahwa perkara ini bermula pada Senin (20/8/2018) sekitar pukul 01.00 WIB, personel Polrestabes Medan mendapat informasi mengenai keberadaan Zoelkarnain yang telah lama diketahui sebagai pemasok atau pengedar narkotika jenis sabu-sabu jaringan Aceh dan Medan. Dia disebutkan berada di Jalan Brigjen Katamso, Medan Maimun.

Petugas langsung menuju lokasi. Mereka mengamankan Zoelkarnain di sana.

"Selanjutnya para saksi melakukan pemeriksaan atau penggeledahan terhadap terdakwa dan dari handphone milik terdakwa ditemukan ada SMS atau pesan singkat bahwasannya terdakwa baru menerima pasokan narkotika jenis sabu sebanyak 10 bungkus seberat 10 kilogram," kata Lamria.

Ada pula pesan SMS yang menyatakan bahwa 5 bungkus seberat 5 kilogram sabu-sabu telah diserahkan kepada pemesannya. Setelah diinterogasi, Zoelkarnain tidak membantah isi SMS itu.

Zoelkarnain mengaku menerima sabu-sabu di Jalan Halat simpang Jalan Bhakti Medan pada Minggu, 19 Agustus 2018 sekitar pukul 09.55 WIB. Dia tidak sendirian, tapi bersama Prana Citra. Narkotika itu mereka terima dari Iwan (DPO) atas suruhan dari Usman (DPO).

Narkotika itu kemudian diserahkan kepada Prana Citra untuk disimpan di rumahnya di Jalan Gorilla Gang Pasundan. Berdasarkan pengakuan Zoelkarnain ini, petugas polisi langsung menuju ke rumah Prana Citra. Pria itu ditangkap dan kediamannya digeledah.

"Dari dalam kamar tidur ditemukan barang bukti narkotika jenis sabu-sabu sebanyak 5 bungkus seberat 5 kilogram," kata Lamria.

Terdakwa mengaku 5 bungkus seberat 5 kilogram telah diambil pemesannya sesuai petunjuk Usman. "Dan upah yang terdakwa terima atas narkotika jenis sabu yang telah habis terjual tersebut sebesar Rp 30 juta," sambung Lamria.

Rubrik
Sumber
MERDEKA.COM

Komentar

Loading...