Dua Kurir 9,5 Kilo Sabu Asal Aceh Divonis Penjara Seumur Hidup

Dua Kurir 9,5 Kilo Sabu Asal Aceh Divonis Penjara Seumur Hidup

BERITAKINI.CO | Terdakwa Ariffuddin (26) dan Hasanuddin (33), dua kurir 9,5 kilogram sabu asal Aceh hanya bisa pasrah mendengarkan putusan hakim yang menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada mereka.

“Menjatuhkan hukuman pidana penjara kepada kedua terdakwa masing-masing selama seumur hidup,” kata Hakim Richard Silalahi yang memimpin persidangan di Ruang Cakra VII Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (13/3/2019) sore.

Hal-hal yang memberatkan, menurut majelis hakim, perbuatan kedua terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan narkotika dan merusak para generasi muda. Sedangkan hal yang meringankan tidak ada.

“Perbuatan kedua terdakwa dinyatakan terbukti melanggar pasal 114 ayat (2) jo pasal 132 UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika,” pungkas hakim Richard.

Menanggapi putusan hakim tersebut, kedua terdakwa yang didampingi penasehat hukumnya menyatakan pikir-pikir. Senada dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Randi Tambunan.

“Pikir-pikir majelis,” kata JPU.

Putusan hakim itu lebih berat dari tuntutan JPU yang meminta masing-masing terdakwa dijatuhi hukuman 20 tahun penjara dan denda sebesar Rp2 miliar subsidair 6 bulan kurungan.

Sesuai dakwaan JPU, terdakwa Ariffuddin ditangkap menjadi perantara peredaran sabu setelah mendapat imingi-iming dari Hendra yang kini masih buron.

Awalnya, Ariffuddin hanya ingin meminjam uang pada Hendra. Namun, saat itu, Hendra mengaku sedang tidak punya uang dan menawarkan Ariffuddin menjadi kurir barang haram tersebut.

“Hendra mengatakan kepada terdakwa ada kerjaan di Medan. Hendra menyuruh terdakwa untuk berangkat. Uang jalan akan diserahkan kalau sabu itu sudah pada terdakwa,” pungkas Randi.

Pada Juli 2018, transaksi itu ternyata sudah diketahui tim dari Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut berdasarkan laporan masyarakat. Sesampainya di Medan, Hendra menyuruh Ariffuddin untuk menemui pemilik sabu yang dimaksud.

Sebelumnya, Ariffuddin terlebih dahulu berjumpa dengan Hasanuddin. Keduanya menginap di sebuah hotel untuk menemui orang yang dijanjikan Hendra.

“Pada Rabu 25 Juli 2018 sekira jam 04.00 wib, terdakwa Ariffuddin dan Hasanuddin pergi menuju Belawan untuk menjemput narkotika jenis sabu. Kemudian, sekira jam 06.00 wib, terdakwa menghubungi nomor hape yang diberikan Hendra,” ujar JPU dari Kejatisu itu.

Dari tangan orang yang dijanjikan Hendra, Ariffuddin dan Hasanuddin membawa sabu sebanyak 10 bungkus plastik. Namun, saat pulang mereka diberhentikan polisi berpakaian preman.

“Saat penangkapan terhadap terdakwa, disita barang bukti satu buah plastik warna hitam merk Guan Yin Wang berisi sabu sebanyak 9.547gram,” tandas Randi.

Rubrik
Sumber
METRO24JAM.COM

Komentar

Loading...