DPW PA Banda Aceh Protes Abu Razak Ditetapkan Sebagai Sekjen

DPW PA Banda Aceh Protes Abu Razak Ditetapkan Sebagai Sekjen

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Penetapan Kamaruddin Abubakar alias Abu Razak sebagai sekretaris jenderal (sekjen) dan kepengurusan DPA Partai Aceh mendapat reaksi penolakan dari kalangan partai tersebut.

Mereka yang menolak, di antaranya, berasal dari Pengurus PA Wilayah Banda Aceh.

DPW Partai Aceh (PA) Banda Aceh menilai, penetapan Abu Razak dan pengurus lainnya tersebut dilakukan tanpa mempertimbangkan masukan dan saran dari wilayah.

"Kami tidak mau pengurus PA ini ke depan hanya menjadi representasi genk tertentu. Tapi harus menjadi partai milik kita bersama," kata Sekretaris DPW PA Banda Aceh Hendra Fadli bersama Ketua DPW PA Banda Aceh Mukhlis Abee, pada BERITAKINI.CO, Senin (5/3/2018).

Baca: Abu Razak Ditetapkan Sebagai Sekjen Partai Aceh?

Menurut Hendra, seharusnya tim formatur sejatinya memusyawarahkan pembentukan pengurus tersebut dengan wilayah-wilayah.

"Kami tentu punya masukan-masukan. Kita harus belajar dari persoalan-persoalan sebelumnya. Tapi kalau tetap seperti ini polanya, partai bukan semakin besar ke depan, tapi semakin hancur," kata Hendra Fadli.

Hendra juga menegaskan, jika tetap mempertahankan pola-pola seperti semula, maka mereka menyatakan akan mengundurkan diri.

"Kami semua pengurus DPW, sebagai bentuk protes pada pimpinan, akan mengundurkan diri dari pengurus," katanya.

Namun mereka tidak mengundurkan diri dari kader Partai Aceh. Bahkan mengatakan tetap setia pada garis perjuangan partai.

"Tentunya apabila Partai Aceh masih menganggap seluruh elemen partai ini sebagai aset organisasi," katanya.

Tim Formatur Tak Pernah Diumumkan

Mukhlis Abee menambahkan, dia sempat menyarankan agar Muzakir Manaf yang terpilih sebagai ketua umum lewat mubes beberapa waktu lalu itu, membentuk tim formatur.

"Paling tidak, tim ini bisa menyaring pengurus inti dengan mempertimbangkan masukan wilayah. Dia (Muzakir Manaf) sempat meminta DPW untuk mengirim nama untuk ditempatkan di struktur kepengurusan DPA," ungkapnya.

Sayangnya, meski DPW telah menyediakan nama, sampai saat ini hal tersebut tak mendapat respon. Begitu juga dengan tim formatur yang menurut Mukhlis Abee tak pernah ditunjuk secara resmi dan diumumkan.

"Tiba-tiba kami mendengar sudah ada nama-nama yang mengisi posisi pengurus seperti saat ini," katanya.

Itulah sebabnya, kata Abee, mereka merasa kecewa dan protes atas kebijakan tersebut.

"Inikan tidak sesuai dengan apa yang dijanjikan. Padahal pada mubes dulu kami sepakat memilih Muzakir Manaf sebagai ketum, karena komitmen-komitmen tersebut," katanya.

Abee berharap, kritikan ini bisa didengar dan mandapat respon dari Muzakir Manaf, terutama jika ingin menjadikan Partai Aceh sebagai partai yang maju dan modern.

"Jika Partai Aceh tetap menggunakan pola-pola lama, maka akan sulit untuk memajukan partai ini ke depan, apalagi komitmen menjadikan partainya rakyat Aceh," katanya.

Penulis
Rubrik

Komentar

Loading...