Dokter RSIA Aceh Bagi Tips untuk Ibu Menyusui yang Sedang Berpuasa

Dokter RSIA Aceh Bagi Tips untuk Ibu Menyusui yang Sedang Berpuasa

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Puasa menjadi kewajiban bagi setiap umat muslim yang sudah memenuhi syarat wajib berpuasa. Tidak terkecuali ibu menyusui yang kesehatannya maupun kesehatan buah hati dinyatakan sehat.

Dalam agama Islam, memang dibolehkan untuk tidak berpuasa bagi ibu hamil dan menyusui. Dengan syarat mengganti puasanya di hari lain, atau membayar fidyah jika tak mampu mengganti puasa.

Namun, jika ibu berniat untuk berpuasa sambil menyusui si kecil, juga tak masalah. Hanya saja, ibu menyusui yang ingin berpuasa Ramadan harus lebih peduli terhadap makanan dan perlu menerapkan pola hidup sehat.

Tujuannya, untuk mencukupi dan menjaga kualitas air susu ibu (ASI) dan bisa tetap lancar berpuasa tanpa mengorbankan buah hati Anda.

“Selama Ramadan ibu menyusui harus beradaptasi dan penyesuaian agar asupan ASI buat si buah hati terpenuhi,” kata Spesialis Kebidanan dan Penyakit Kandungan di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Aceh, dr. Cut Razianti ZB, Sp.OG, Selasa (14/5/2019).

Berikut adalah tips yang dapat Ibu terapkan dalam mencukupi dan menjaga kualitas ASI untuk si buah hati meski sedang berpuasa dari dr Cut Raziati.

Menjaga nutrisi makanan

Ibu menyusui perlu memperhatikan pola makan untuk mencukupi asupan ASI bagi buah hatinya. Kata dr Cut Raziati, para ahli laktasi menyarankan bagi wanita menyusui untuk mendapat 500 kalori lebih banyak per harinya dibandingkan dengan yang tidak menyusui. Jadi, bisa disimpulkan kebutuhan kalori ibu menyusui berkisar antara 2.500 dan 2.700 kalori per hari.

Seperti ibu hamil, kalori pun perlu ditambah. Pada enam bulan pertama menyusui, penambahan sebanyak 330 kalori diperlukan. Sementara pada enam bulan berikutnya, diperlukan adanya penambahan 400 kalori.

Untuk menghitungnya, ibu menyusui cukup memilih makanan dan minuman yang berkalsium tinggi, seperti sayuran, buah, dan jus.

"Intinya adalah makan-makanan yang sehat seperti sayur-sayuran dan buah-buahan," katanya.

Banyak minum air

Selain memperhatikan asupan makanan, asupan cairan juga harus diperhatikan saat ibu menyusui berpuasa. Hal ini penting dilakukan agar Anda terhindar dari dehidrasi saat puasa. Dehidrasi pada ibu menyusui tentu dapat mengganggu produksi ASI.

Kebutuhan air seseorang tergantung dari usia, jenis kegiatan sehari-hari dan kondisi kesehatan. Untuk ibu menyusui, disarankan untuk mengonsumsi cairan sebanyak 2,5-3 liter per hari.

Cairan ini tidak harus didapat dengan minum air putih, namun juga bisa dikombinasikan dengan air yang didapat dalam jus, buah, sup dan makanan lain yang mengandung cairan.

"Cara sederhana untuk membiasakannya yaitu dengan pola 2-4-2," kata Cut Raziati.

“Yang dimaksud dengan 2-4-2 adalah mengkonsumsi dengan minum 2 gelas air putih saat berbuka, 4 gelas saat makan malam hingga menjelang tidur dan 2 gelas saat sahur.”

Pompa dan susui semaksimal mungkin di malam hari

Kemungkinan produksi ASI akan berkurang di siang hari. Oleh karena itu manfaatkan malam hari untuk memompa ASI dan menyusui semaksimal mungkin. Stok ASI perah dapat digunakan di siang hari.

"Kita punya yang namanya hormon prolaktin, nah hormon ini bekerja di malam hari, itulah mengapa ASI akan lancar pada malam hari," terang dokter.

Istirahat yang cukup

Puasa bagi ibu menyusui akan terasa berat, karena tubuh seringkali terasa lemas setelah memberikan ASI. Istirahat yang cukup dan menghindari stres sangat diperlukan untuk ibu yang menyusui agar produksi ASI tetap baik dan lancar.

"Kalau ibu pikiran banyak, jumlah ASI bisa jadi berkurang, jadi istirahat juga penting untuk untuk memulihkan kondisi fisik maupun psikis. Selain memperhatikan keadaan tubuh ibu, memahami tingkah laku bayi juga perlu selama menyusui. Jika kira-kira membahayakan diri ibu atau bayi, ada baiknya mempertimbangkan untuk membatalkan puasa demi kebaikan keduanya," kata dokter.

Terlepas dari tips yang dipaparkan Cut Razianti, menurut pengalaman di lapangan, ia menyarankan ibu-ibu yang sedang menyusui untuk sering-sering memperoleh informasi kesehatan atau berkonsultasi dengan dokter. | RISKA IWANTONI

Editor
Rubrik

Komentar

Loading...