Distanbun Aceh Kembangkan Strategi Tanam Padi Tiga Kali Setahun di Aceh Besar

Distanbun Aceh Kembangkan Strategi Tanam Padi Tiga Kali Setahun di Aceh Besar
Kadistanbun Aceh A Hanan

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Selain program Luas Tambah Tanam (LTT) yang sedang gencar-gencarnya dilakukan, Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh juga telah merencanakan peningkatan indeks pertanaman (IP) yang merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan produkvitas pertanian, terutama padi.

Jika selama ini pola tanam satu atau dua kali setahun, pada 2019 mendatang, Distanbun Aceh telah merencanakan menerapkan strategi tanam padi tiga kali setahun atau IP 300 di Aceh Besar.

Kawasan Blang Jaroe, Indrapuri akan menjadi area percontohan penerapan strategi tersebut.

Kadistanbun Aceh A Hanan mengatakan, konsep IP 300 akan didukung full mekanisasi dan sarana produksi pertanian (saprodi) serta kelembagaan.

“Termasuk  dukungan air irigasi teknis, yang dikelola secara kelembagaan syariah didukung oleh Dinas Pengairan, Dinas Koperasi, Dinas Perindustrian dan Perdagangan di bawah koordinasi Bappeda Aceh. Semoga ini bisa dijadikan contoh model pengembangan cluster ke depan,” katanya  

Distanbun juga menawarkan program pengembangan padi organik full paket saprodi kepada pemerintah kabupaten/kota dari sumber dana APBN.  

“Program peningkatan produksi terus kita gulirkan baik dari pemerintah pusat maupun dari pemerintah provinsi, dalam rangka mensejahterakan petani. Semua program ini akan terlaksana bila ada dukungan pemerintah kabupaten,” kata Hanan yang juga putra Aceh Besar ini.

Seperti diketahui, peningkatan indek pertanaman ini diyakini akan mendorong perningkata penghasilan petani. Dengan tiga kali tanam setahun, maka penghasilan petani akan meningkat 300 persen atau tiga kali lipat.

Hanan mengatakan, Aceh Besar dipilih karena memang memiliki daerah produktif yang sangat layak dikembangkan. 

Data Distanbun Aceh, kabupaten ini memiliki 30.970 hektar luas baku lahan sawah. Dari jumlah itu, 30.302 hektar bisa ditanami, dan sebagian di antaranya menerapkan pola tanam dua kali setahun.

Sehingga total luas tanam Aceh Besar mencapai 53 ribu hektar per tahun. “Karena itu ke depan, akan coba diwujudkan sebagai areal dengan IP 300,” katanya.

Sebelumnya, kata Hanan, pola itu telah direncanakan di tiga kabupaten yakni Aceh Barat Daya, Pidie dan Aceh Besar.

“Namun karena keseriusan Pemkab tidak maksimal, Aceh Besar akhirnya dipilih sebagai daerah percontohan,” ujarnya.

Karena itu, Hanan berharap, seluruh jajaran Pemerintah Aceh Besar bisa memberikan dukungan penuh untuk merealisasikan program tersebut.

Rubrik
IKLAN ACEH JAYA

Komentar

Loading...