Dirut RSU-CND dan Rumah Sakit Swasta Montella Aceh Barat Ditetapkan Sebagai Tersangka

Dirut RSU-CND dan Rumah Sakit Swasta Montella Aceh Barat Ditetapkan Sebagai Tersangka
Direktur RSU-CND Meulaboh, Furqansyah

BERIKINI.CO, Meulaboh |  Penyidik Polres Aceh Barat menetapkan dua direktur rumah sakit di daerah itu sebagai tersangka kasus Limbah Bahan Beracun Berbahaya (B3).

Keduanya masing-masing Direktur RSU-CND Meulaboh, Furqansyah; dan Direktur Rumah Sakit Swasta Montella, Syarifah Mery Mirna.

"Untuk hari baru dua yang diperiksa, statusnya sekarang sebagai tersangka," kata KBO Reskrim Polres Aceh Barat, P Pangabean, Kamis (11/10/2018).

Sementara satu lainnya yaitu Direktur Rumah Sakit Swasta Harapan Sehat, Teuku Rahmat Iriansyah, masih berada di luar daerah. Dia akan diperiksa ketika sudah kembali ke Aceh Barat.

Meskipun kedua direktur telah berstatus tersangka, kata KBO, pihaknya tidak dapat melakukan penahanan, disebabkan ancamanya terhadap keduanya hanya di bawah lima tahun serta dinilai kooperatif.

Kedua tersangka tersebut dijerat dengan Pasal 59 jounto 102 dan/atau Pasal 59 jounto Pasal 103 Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dengan ancaman hukuman 3 tahun penjara atau denda sebesar paling banyak Rp 3 miliar.

Ia mengatakan, penyidik sudah memeriksa beberapa saksi terkait kasus limbah B3 tersebut, termasuk saksi ahli dari Universitas Sumatera Utara (USU).

"Bukti yang kita miliki sudah cukup menetapkan mereka sebagai tersangka," pungkasnya. | AIDIL

Penulis
Rubrik

Komentar

Loading...