Direncanakan, Pembunuh Pasutri di Ulee Kareng Terancam Hukuman Mati

Direncanakan, Pembunuh Pasutri di Ulee Kareng Terancam Hukuman Mati

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Ancaman hukuman yang kemungkinan didapat Iskandar (30) warga Jambo Aye, Aceh Utara, pelaku pembunuhan terhadap pasangan suami-istri pemilik Warung Nasi Pecal, yaitu hukuman mati.

Pasalnya, polisi menduga sebelum melakukan aksinya pelaku sudah mempersiapkan rencana pembunuhan itu dengan jelas.

Baca: Pembunuhan Sadis di Ulee Kareng, Ini Motif Karyawan Nekat Habisi Nyawa Pasutri Pemilik Warung Nasi Pecal

"Memang sudah niat membunuh bukan melukai. Karena di lokasi kita menemukan barang bukti yang memang sengaja dibawa oleh pelaku," kata Kapolrtesta Banda Aceh Kombes Trisno Riyanto SH, dalam konferensi pers dengan awak media di Mapolresta Banda Aceh, Selasa (26/2/2019).

Polisi menjerat pelaku pembunuh M Nasir (56) dan istrinya Roslinda (47) dengan pasal 340 KUHP Jo Pasal 338.

Pasal 340 KUHP mengatur tentang pembunuhan berencana yang bunyinya, "Barang siapa dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan dengan rencana, dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama 20 tahun."

Adapun Pasal 338 KUHP menyebutkan, barang siapa dengan sengaja merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan dengan pidana penjara paling lama 15 tahun.

Seperti diberitakan, Polisi meringkus Iskandar di kawasan Jalan T Nyak Makam, Gampong Doy, Banda Aceh, 30 menit usai membunuh M Nasir (56) dan istrinya Roslinda (47) yang tak lain adalah majikan tempatnya bekerja.

Kasus pembunuhan ini terjadi Selasa (26/2/2019) sekira pukul 03.30 WIB. Pembunuhan ini dipergoki langsung oleh menantu korban, Dani Alfairus (27) yang mendengar suara gaduh dalam kamar mertuanya.

Kepada polisi, pelaku mengaku nekat menghabisi nyawa kedua korban karena dilatar belakangi rasa sakit hati akibat sering dimarahi oleh korban.

Editor
Rubrik

Komentar

Loading...