Dipecat Dari Anggota Panwaslih Aceh, Begini Respon Zuraida Alwi

Dipecat Dari Anggota Panwaslih Aceh, Begini Respon Zuraida Alwi

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) menjatuhkan sanksi pemberhentian tetap terhadap Anggota Panwaslih Aceh Zuraida Alwi karena terbukti melakukan pelanggaran kode etik dan pedoman perilaku penyelenggara Pemilu.

Putusan itu dibacakan dalam sidang kode etik penyelenggara Pemilu yang digelar di Ruang Sidang DKPP, Gedung Bawaslu RI pada Rabu (27/2/2019).

Sebelumnya Zuraida dilaporkan ke DKPP oleh Jufrizal, salah seorang peserta seleksi anggota panwaslu kabupaten/kota di Aceh. Dalam pokok pengaduannya, Jufrizal mengungkapkan bahwa Zuraida Alwi meminta uang Rp 40 juta, jika Zufrizal ingin lolos sebagai anggota panwaslu Kabupaten Nagan Raya. 

Dikonfirmasi BERITAKINI.CO, Rabu malam (27/2/2019) mengaku menghargai putusan DKPP yang mengabulkan permohonan penggugat.

"Bagi saya putusan tersebut merupakan kewenangan DKPP," kata Zuraida.

Atas putusan itu, Ia mengaku masih mempelajarinya untuk menentukan langkah selanjutnya.

Baca: Langgar Kode Etik, DKPP Pecat Anggota Panwaslih Aceh Zuraida Alwi

"Karena baru diputuskan tadi, saya akan baca dan mempelajari terlebih dahulu putusan DKPP tersebut," kata Zuraida.

Jika nanti Ia merasa putusan tersebut tidak adil, kata Zuraida, Ia akan menempuh jalur hukum dengan melakukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara ( PTUN).

"Jika saya merasa putusan tersebut belum memberikan rasa keadilan bagi saya, tentu saya diperbolehkan juga untuk mengambil langkah hukum," kata Zuraida.

Diketahui, pada Desember 2018 lalu sebelum sidang DKPP Zuraida Alwi telah melaporkan Jufrizal (penggugat) ke Polda Aceh.

"Saya melaporkan pencemaran nama baik, karena dia menuduh saya menerima uang Rp 40 juta. Sekarang laporan saya dalam proses di Polda Aceh," kata Zuraida Alwi.

Rubrik

Komentar

Loading...