Diotaki Ayah Angkat, Ini Motif dan Cara Pelaku Membunuh Pria Bireuen yang Ditemukan Tewas di Tempat Sampah

Diotaki Ayah Angkat, Ini Motif dan Cara Pelaku Membunuh Pria Bireuen yang Ditemukan Tewas di Tempat Sampah

BERITAKINI.CO, Lhokseumawe | Kasus tewasnya M Amin alias Bambang warga Bireuen, yang jasadnya ditemukan di tempat pembuangan sampah di kawasan Gampong Lagang, Kecamatan Sawang, Aceh Utara, Sabtu kemarin (9/3/2019), akhirnya terungkap.

Belakangan diketahui korban dibunuh oleh orang suruhan ayah angkatnya sendiri. Kedua pelaku masing-masing berinisial SU (42), warga Langkat, Sumatera Utara serta ZF (54), warga Bireuen.

Baca: Pria Bireuen yang Ditemukan Tewas di Tempat Sampah Dibunuh oleh Teman Orang Tua Angkatnya

Tersangka SU berperan sebagai eksekutor pembunuhan, sementara tersangka ZF diketahui sebagai otak pelaku pembunuhan berencana ini.

Pelaku ditangkap oleh tim gabungan Sat Reskrim Polres Lhokseumawe bersama Subdit Jatanras Dit Reskrimum Polda Aceh, di dua lokasi terpisah pada Senin malam (11/3/2019).

Lantas apa motif yang melatarbelakangi tersangka tega menghabisi nyawa M Amin?

Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe AKP Indra T Herlambang mengatakan, motif yang melatarbelakangi pembunuhan ini hanya karena tersangka kesal sebab korban sering berbuat ulah dan menyinggung perasaan orang tua angkatnya.

"Korban diketahui berkebutuhan khusus dan sering membuat ulah dengan memberontak dan menyinggung kedua orangtuanya, sehingga membuat kedua orang tuanya tidak suka,” kata Indra, dalam konfrensi pers di Mapolres Lhokseumawe, Rabu (13/3/2019).

Awalnya, kata Indra, orang tua angkat korban berencana mengantarkan korban ke salah satu panti asuhan yang ada di Medan, Sumatera Utara.

Namun, rencana itu urung dilakukan setelah ZL bertemu dengan tersangka SR. Ia lantas merencanakan untuk membunuh korban dan mengajak SR tanpa sepengetahuan istrinya. Upaya itu dilakukan agar korban tidak kembali lagi ke rumah mereka.

Setelah menyusun rencana, kata dia, pada Selasa (5/3/2019), tersangka SR menjemput korban dan membawanya jalan-jalan.

Dalam perjalanan, tersangka SR membeli satu bungkus racun tikus di wilayah Bireuen. Kemudian tersangka mencampurnya dengan teh dan memberikan minuman itu kepada korban.

“Karena korban tidak minum dari pagi, korban pun merasa kehausan dan meminum teh yang dibelikan tersangka. Tersangka kemudian kembali membawa korban jalan-jalan di sekitaran jalan Elak. Setelah 30 menit, korban pun muntah-muntah dan terjatuh dari atas motor dengan posisi telungkup,” kata Indra.

Kata Indra, saat itu tersangka SR yang ketakutan pun turun dari atas sepeda motor dan mendorong korban ke pinggir jalan dan langsung meninggalkan korban dalam keadaan kritis.

“Ia kembali ke rumah orang tua korban di Bireuen untuk mengembalikan sepeda motor orang tua korban dan kembali ke Medan. Ia diberikan uang Rp.1.050.000 oleh tersangka ZL. Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman seumur hidup,” tambahnya.

Editor
Rubrik

Komentar

Loading...