Diminta Mahasiswa Cabut Statemen, Rektor Unsyiah: Suruh Mereka Belajar Dulu

Oleh ,
Diminta Mahasiswa Cabut Statemen, Rektor Unsyiah: Suruh Mereka Belajar Dulu
Rektor Unsyiah Samsul Rizal/NET

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Rektor Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Samsul Rizal meminta mahasiswa yang mengkritik statemennya untuk kembali belajar lebih baik lagi, sebelum meminta Rektor Unsyiah mencabut pernyataannya itu.

"Suruh mereka belajar dululah, untuk apa suruh cabut statemen, suruh belajar dululah. Belajar berpolitik. Setiap saya keluar statemen kan ada bukti, saya kan sebagai akademisi membuat statemen itu ada bukti, tidak sekedar pernyataan," kata Rektor Unsyiah saat diminta tanggapan oleh BERITAKINI.CO via seluler, Selasa (16/4/2019).

Samsul Rizal menegaskan bahwa aksi yang dilakukan ribuan mahasiswa menolak izin tambang PT EMM di kantor gubernur Aceh pada 9, 10, dan 11 April merupakan aksi yang ditunggangi oleh kepentingan tertentu.

Dia menyebut, tidak mungkin aksi yang tidak ditunggangi oleh kepentingan melakukan aksi merusak seperti yang terjadi pada aksi tolak PT EMM yang dilakukan mahasiswa dalam Korp Barisan Pemuda Aceh (BPA).

"Kalau seorang mahasiswa seperti itu, merusak pagar, merusak semua itu, mencabut, itu apa (kerja mahasiswa). Itu yang saya bilang, berarti ada kepentingan yang bermain, sehingga disuruh merusak, itu kan wajah Aceh, apakah mereka tak berpikir seluruh Indonesia, seluruh dunia, menyaksikan!" katanya.

Samsul Rizal juga mengaku bahwa ia telah melarang mahasiswa ikut dalam aksi demo tersebut. Saat ribuan mahasiswa turun aksi, Samsul Rizal menyuruh peserta aksi balik ke kampus. Alasannya, karena ada pihak yang ingin menghancurkan Aceh dengan cara begitu.

Kalau memang ingin izin PT EMM dicabut, kata dia, seharusnya mahasiswa menempuh jalur hukum, bukan malah melakukan aksi demo besar-besar dan destruktif. Apalagi, kata Rektor, pemerintah juga sudah mengeluarkan izin.

"Coba lihat siapa yang memberikan rekomendasi itu dulunya, mana yang salah, disitulah gubernur akan melihat, makanya jangan salah-salah itu. Yang salah itu disitulah kita masuk, bukan dengan cara (demo). Kemarin kan Walhi juga menggugat, kalah juga Walhi di pengadilan. Jadi hal-hal ini kita harus jadikan pelajaran, bukan dengan cara premanisme seperti itu, bukan demo yang merusak," kata Rektor.

Klaim mahasiswa yang memperjuangkan aspirasi masyarakat juga dipertanyakan Samsul Rizal. Karena, kata Samsul, gubernur juga sudah beberapa kali ke Beutong Ateuh lokasi PT EMM berada.

Samsul Rizal malah mempertanyakan apakah mahasiswa sudah datang langsung ke lokasi PT EMM tersebut. Ia juga mengatakan bahwa Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah sudah melakukan diskusi dengan warga setempat.

"Karena itu saya keluarkan statemen seperti itu. Di hari ketiga baru saya keluarkan statemen, hari kedua saya suruh dulu mahasiswa. Udah merusak semua berarti ada kepentingan yang bermain, dapat info saya. Kalau saya tidak dapat info tak akan mengeluarkan statemen, kita kan akademisi. Akademisi itu kalau mengeluarkan statemen itu kan harus ada bukti. Kita kan lihat, siapa orang-orang yang bermain, sehingga jangan sampai anak kita itu jadi korban dari permainan orang lain, itu yang kita inginkan."

Samsul Rizal mengatakan bahwa dirinya punya amanah untuk mendidik mahasiswa khususnya mahasiswa Unsyiah. Amanah tersebut, kata dia, merupakan tanggung jawab yang harus ia pikul di dunia dan akhirat, sehingga apa yang telah dilakukan bukan hanya untuk kepentingan sesaat.

"Kalau mau demo yang betul-betul ya kita tunggu, ini kan sudah mau pesta demokrasi, jangan kita rusak hal-hal seperti itu, kita tunggu, ajak orang Beutong Ateuh sana, kita diskusi dulu, atau mahasiswa (pendemo) pergi nggak ke sana ke Beutong Ateuh, memang ada satu orang yang dari Beutong. Atau kalau tidak sama-sama kita pergi ke Beutong Ateuh, kita diskusi, kita lihat apa yang harus kita lakukan," kata dia.

Samsul Rizal juga meminta mahasiswa belajar mencari fakta apakah Nabi Muhammad pernah mengajarkan umat Islam melakukan aksi demo.

"Apakah seorang muslim seperti itu? Pernah nggak Nabi ajarkan orang Islam harus demo, ada nggak? Kita kembali dulu, kalau kita mengatakan sebagai seorang muslim sejati, berpikirlah dulu, apakah ada dalam Islam suruh demo. Jika alasannya demokrasi, maka itu berasal dari Yunani, demo. Ya sudah tapi jangan merusak," kata Rektor.

Saat disinggung darimana mendapat informasi adanya pihak yang menunggangi aksi tersebut, Samsul Rizal mengaku memperoleh informasi itu sejak aksi di hari kedua. "Hari kedua sudah dapat saya."

Sebenarnya, kata rektor, ia sama sekali tidak mempermasalahkan aksi demo mahasiswa, apalagi menurutnya mahasiswa memiliki hati nurani yang baik yang selalu ingin dan siap membela kepentingan rakyat.

Baca: Sebut Massa Tolak PT EMM Jangan Mau Ditunggangi, Mahasiswa Minta Rektor Unsyiah Cabut Pernyataannya

"Kita harus akui itu, karena mereka masih muda-muda, dan itu membuat bangsa ini lebih baik. Mereka masih murni sebenarnya, tapi tidak semua orang. Yang ingin saya katakan tidak semua mahasiswa tahu mereka ditunggangi, bukan semua, hanya beberapa orang yang ditunggangi, hanya beberapa orang yang ditunggunagi di situ," tegasnya.

Rektor juga mengaku tahu orang-orang yang ditunggangi dalam aksi tersebut. "Di video-video itu nampak. Yang murni ada juga, hanya beberapa orang saja, bukan semua mahasiswa ditunggangi, jangan salah-salah. Tapi yang tidak tahu itulah saya suruh balik ke kampus. Jangan sampai orang tunggangi demi kepentingan mereka," katanya.

 

Rubrik

Komentar

Loading...