Viral! Video Sekelompok Pria Marah-marah di Ruang Sekwan Subulussalam, Diduga Minta Uang Liputan

Viral! Video Sekelompok Pria Marah-marah di Ruang Sekwan Subulussalam, Diduga Minta Uang Liputan

BERITAKINI.CO, Subulussalam | Sebuah video pendek menunjukkan aksi sekelompok pria yang mengaku dari LSM dan wartawan mengamuk, beredar luas di publik.

Peristiwa itu dilaporkan terjadi di ruang sekretaris DPRK Subulussalam, usai pelantikan wali kota-wakil wali kota setempat, Selasa (14/5/2019).

Dilihat BERITAKINI.CO, dalam video itu tampak seorang pria yang mengaku dari LSM melancarkan protes keras terhadap staf DPRK di sana.

Dia juga menanyakan ihwal ketersedian anggaran untuk liputan, dan meminta sisa uang yang ada dibagi kepada rekan-rekannya, yang menurut dia adalah wartawan. "Jangan sebagian dikasih, sebagian tidak," kata pria itu. 

Salah satu staf yang berada di ruangan harus menghadapi protes para oknum tersebut karena pada saat kejadian, sekretaris DPRK sedang tidak di lokasi.

Sekretaris DPRK Subulussalam, Khainuddin yang dihubungi pada Rabu (15/5/2019) membenarkan kejadian tersebut.

"Oh ya, benar, tapi cerita detailnya saya tidak tahu kebetulan saat itu tidak di tempat, coba komfirmasi dengan staf saya Lampuan Julianda," kata Sekwan.

Sementara Lampuan Julianda, saat dimintai keterangan oleh BERITAKINI.CO juga membenarkan kejadian itu.

"Usai pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Subulussalam kemarin, ada datang beberapa oknum dari LSM dan wartawan ke kami menagih uang liputan," katanya.

Namun karena anggaran terbatas, pihaknya terpaksa tak mengakomodir keinginan oknum-oknum tersebut.

"Karena dalam perencanaan pasti ada volume, jadi yang hanya bisa diakomodir saat itu media yang berlangganan dan sudah terdaftar Sekwan," kata Lampuan.

Lampuan Julianda juga mengaku bahwa banyak sekali wartawan dan LSM yang hadir pada saat pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota, namun hanya sedikit yang ia kenal.

Karena tak terakomodir kata dia, seorang oknum anggota LSM sampai mengamuk di lokasi.

"Mereka yang datang kemarin itu ada tujuh wartawan dan satu orang dari LSM. Saat itu kami katakan ini hanya untuk uang peliputan, tidak ada untuk LSM, kemudian dia tambah marah-marah. Alhamdulillah persoalan itu kami anggap sudah selesai," katanya.

"Jadi ke depan, mengingat anggaran uang peliputan sedikit, ini menjadi evaluasi kami, bagaimana yang terbaik apakah anggaran itu dilanjutkan atau dihapuskan sama sekali."

Komentar

Loading...