Diduga Setelah Bantai Bidan Nursiah di Pidie, Pelaku Larikan 28 Mayam Emas

Diduga Setelah Bantai Bidan Nursiah di Pidie, Pelaku Larikan 28 Mayam Emas
Parang yang diduga digunakan pelaku menghabisi Bidan Nursiah

BERITAKINI.CO, Sigli | Polisi masih terus memburu Hamdani, terduga tunggal pembunuh istrinya sendiri, Nursiah (45), yang juga seorang bidan, di Gampong Blangoeng Basah, Kecamatan Mutiara Timur, Pidie, Selasa (29/8/2017).

Informasi yang diperoleh dari kepolisian, selain membunuh, pelaku juga diduga melarikan sekira 28 mayam emas atau seberat 84 gram.

Baca: Diduga Dihabisi Suaminya, Bidan Asal Bireuen Tewas Bersimbah Darah di Pidie

“Emasnya dalam bentuk kalung, gelang dan cincin,” kata AKP Ayub saat dihubungi BERITAKINI.CO, Rabu (30/8/2017).

Informasi ini, kata Ayub, didapat berdasarkan keterangan abang kandung korban bernama Mansur. Sementara di lokasi kejadian, kata Ayub, polisi hanya menemukan satu cicin emas yang masih terpasang di jari tangan korban.

“Tadi baru dapat informasi dari abang kandung korban bernama Mansur, bahwa selama ini korban sering mengenakan emas yang diperkirakan seberat 28 mayam,” kata Ayub.

Baca: Pembantai Bidan Nursiah Dikenal Beringas di Desanya

Jika benar pengakuan dari abang korban tentang emas yang dimiliki Nursiah, kata Ayub, maka diduga kuat emas tersebut telah dibawa lari pelaku setelah mengeksekusi korban hingga meninggal dunia.

“Olah TKP kemarin yang disaksikan kepala desa, hanya terdapat satu cicin di tubuh korban dan uang pecahan ribuan di dalam dompetnya,” lanjut Ayub.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Pidie mengatakan, hasil olah tempat kejadian perisitwa, polisi menemukan sebilah parang yang diduga digunakan pelaku untuk menghabisi korbannya.

"Sepertinya setelah mengeksekusi korban dengan mengunakan parang, diduga pelaku sempat ke kamar mandi untuk mencuci tangan dan parang yang digunakan membunuh Nursiah," kata Kasat Reskrim Polres Pidie AKP Syamsul kepada BERITAKINI.CO, Rabu (30/08/2017).

Syamsul menambahkan, dalam kasus berdarah di Kecamatan Mutiara Timur tersebut, Hamdani diduga kuat sebagai pelaku penganiayaan dan pembunuhan terhadap bidan asal Peusangan Bireuen tersebut.

"Diperkirakan dia melarikan diri menggunakan kandaraan roda dua dan saat ini sedang dilakukan pengejaran," sambungnya.

Sejauh ini, di TKP pihaknya sudah mengamankan sebuah pisau dan sebilah parang yang diduga digunakan pelaku untuk membunuh korban. Kedua benda tersebut ditemukan pihaknya di lokasi yang berbeda.

"Pisau kami temukan di rumah orang tua pelaku pada hari ditemukan jasad korban dan parang di dekat kandang kambing di kawasan tersebut," katanya.(*)

Penulis
Rubrik

Komentar

Loading...